Ilustrasi, kapal tanker pengangkut minyak mentah. Foto: Pertamina International Shipping.
Kapal Pertamina Pride Masih Tunggu Izin Lintasi Selat Hormuz
Husen Miftahudin • 2 July 2026 17:55
Jakarta: PT Pertamina (Persero) masih mengurus perizinan bagi kapal tanker very large crude carrier (VLCC) Pertamina Pride agar dapat melintasi Selat Hormuz di tengah situasi geopolitik yang kembali memanas di kawasan tersebut.
Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron mengatakan proses perizinan masih berlangsung sehingga pelayaran kapal tersebut belum dapat dilakukan.
"Untuk Pride, sampai dengan saat ini kami sedang berproses untuk perizinannya," jelas Baron saat ditemui di sela acara Kick Off dan Coaching Clinic Apresiasi Jurnalistik Pertamina 2026 di Jakarta, dikutip dari Antara, Kamis, 2 Juli 2026.
Baron menjelaskan, meningkatnya tensi keamanan di Selat Hormuz membuat pengiriman muatan menggunakan VLCC Pertamina Pride untuk sementara ditunda.
Menurut dia, Pertamina terus memantau perkembangan situasi sambil menunggu izin lintas agar distribusi energi dapat berjalan sesuai rencana. "Kami mohon doanya agar situasi bisa mereda dan kapal tersebut bisa melintas," tutur dia.
| Baca juga: Kawal Proyek Strategis dan Infrastruktur Energi di Tuban, Komut Pertamina Dorong Penguatan Ketahanan Energi Nasional |
Pasokan ditujukan ke Kilang Cilacap
Setelah memperoleh izin dan berhasil melintasi Selat Hormuz, muatan energi yang dibawa Pertamina Pride akan dikirim ke Kilang Cilacap, Jawa Tengah.
Kilang tersebut menjadi salah satu fasilitas pengolahan utama milik Pertamina dalam mendukung kebutuhan energi nasional. "Nanti apabila sudah melintas, itu adalah untuk di Cilacap. Kilang Cilacap," jelas Baron.
Dalam kesempatan yang sama, Baron juga menyampaikan kapal Pertamina Gamsunoro telah berhasil melintasi Selat Hormuz setelah sempat tertahan di kawasan itu akibat pecahnya konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Keberhasilan pelayaran tersebut, kata dia, tidak lepas dari koordinasi intensif dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Kementerian Luar Negeri.

(Ilustrasi kilang minyak Pertamina. Foto: dok Pertamina)
Jaga distribusi energi di tengah ketegangan geopolitik
Sebelumnya, PT Pertamina International Shipping melaporkan kapal Gamsunoro mulai bergerak dari Teluk Arab pada Rabu, 24 Juni 2026, pukul 01.06 waktu Dubai atau 04.06 WIB.
Kapal melaju dengan kecepatan 7,5 knot dan tiba di mulut Selat Hormuz sekitar pukul 13.00 waktu setempat atau 16.00 WIB. Empat jam kemudian, kapal dinyatakan berhasil melewati jalur tersebut dan mencapai titik aman.
Keberhasilan Gamsunoro dinilai menjadi bagian dari upaya Pertamina menjaga keberlanjutan operasional pelayaran di tengah ketidakpastian geopolitik global.
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur distribusi energi paling strategis di dunia, sehingga kelancaran pelayaran di kawasan itu menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas pasokan energi nasional.