Pemkot Malang Buka Posko Peduli Bencana untuk Sumatra

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, meninjau langsung operasional posko pada Kamis 4 Desember 2025/Dok. Pemkot Malang.

Pemkot Malang Buka Posko Peduli Bencana untuk Sumatra

Daviq Umar Al Faruq • 5 December 2025 16:59

Malang: Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, Jawa Timur, membuka posko khusus untuk menghimpun bantuan bagi korban bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Posko yang diberi nama "Kota Malang Peduli Bencana" ini beroperasi sejak Rabu, 3 Desember 2025, dan akan ditutup pada Minggu, 7 Desember 2025.

Posko berlokasi di Gedung Kartini, Jalan Tangkuban Perahu, Kota Malang. Pembukaan posko ini sebagai respons atas data terbaru Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang mencatat ratusan korban jiwa, ribuan korban luka, serta kerusakan infrastruktur yang luas di wilayah terdampak.

“Pemkot Malang mengajak seluruh warga untuk menyalurkan bantuan melalui posko ini. Bantuan sekecil apa pun sangat berarti bagi saudara-saudara kita di Sumatera,” ujar Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, Jumat, 5 Desember 2025.
 


Untuk mempercepat pendistribusian, Pemkot Malang telah berkoordinasi dengan Lanud Abdulrachman Saleh. Bantuan yang terkumpul akan dikirim melalui jalur udara ke daerah-daerah yang paling membutuhkan.

Selain barang kebutuhan pokok seperti sembako, obat-obatan, dan pakaian layak pakai, masyarakat juga dapat menyalurkan bantuan dalam bentuk uang melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Malang.

Wahyu Hidayat menekankan bahwa kepedulian warga menjadi bagian penting dari upaya pemulihan. Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk turut mendoakan para korban dan keluarganya.


Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, turun langsung meninjau lokasi terdampak banjir, pada Jumat 5 Desember 2025. Metrotvnews.com/Daviq Umar Al Faruq

“Selain bantuan materi, kami mengajak seluruh warga Kota Malang untuk mendoakan agar para korban diberikan kekuatan dan daerah terdampak dapat segera pulih,” kata Wahyu.

Berdasarkan data BNPB per 3 Desember 2025, bencana banjir bandang dan tanah longsor di ketiga provinsi tersebut telah mengakibatkan 811 korban jiwa, 623 orang hilang, dan lebih dari 2.600 orang luka-luka. Data ini menunjukkan skala bencana yang membutuhkan solidaritas dan bantuan dari berbagai daerah di Indonesia.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)