Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 Bahas Strategi Perkuat Daya Tahan Ekonomi

Sarasehan 100 Ekonom Indonesia di Grand Ballroom Hotel Kempinski, Jakarta, Kamis, 3 September 2026. Foto: Metrotvnews.com/Duta Erlangga)

Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 Bahas Strategi Perkuat Daya Tahan Ekonomi

Duta Erlangga • 3 September 2026 18:37

Jakarta: Metro TV bersama Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menggelar acara Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 yang digelar di Grand Ballroom Kempinski Hotel Jakarta, Kamis, 3 September 2026.

Mengusung tema “Berlayar di Tengah Gelombang Global, Menjaga Daya Tahan Ekonomi Nasional”, forum yang mempertemukan para ekonom dan pemangku kebijakan ini menjadi ruang untuk membahas berbagai tantangan ekonomi yang dihadapi Indonesia sekaligus merumuskan gagasan dan strategi untuk memperkuat daya tahan perekonomian nasional. 

Sejumlah tokoh ekonomi dan pemangku kebijakan hadir dalam forum tersebut. Di antaranya Wakil Menteri Investasi & Hilirisasi/Kepala BKPM RI Todotua Pasaribu, Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti, Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Friderica Widyasari Dewi, Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan Anggito Abimanyu, Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti, Wakil Ketua Komisi XII DPR RI Sugeng Suparwoto, Ekonom Senior INDEF Aviliani, dan Staf Ahli Menteri ESDM Bidang Perencanaan Strategis Jisman P. Hutajulu. 

 
CEO Media Group Mohammad Mirdal Akib dalam sambutan pembukaan Sarasehan 100 Ekonom Indonesia di Grand Ballroom Hotel Kempinski, Jakarta, Kamis, 3 September 2026. Foto: Metrotvnews.com/Duta Erlangga
 

Empat Agenda Perkuat Ekonomi Nasional 

CEO Media Group Mohammad Mirdal Akib menyoroti empat agenda utama yang perlu diperkuat untuk menjaga daya tahan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global. Keempat agenda tersebut mencakup stabilitas sektor keuangan, kebijakan fiskal, investasi dan hilirisasi, serta transisi energi dan proyek strategis. 

"Tema yang kita angkat hari ini adalah di tengah gelombang global, menjaga daya tahan ekonomi nasional. Tema ini kita anggap sangat relevan dengan kondisi perekonomian kita saat ini," kata Mirdal dalam sambutan pembukaan Sarasehan 100 Ekonom Indonesia di Grand Ballroom Hotel Kempinski, Jakarta, Kamis, 3 September 2026. 

Menurut Mirdal, ketidakpastian global masih membayangi stabilitas ekonomi. Kondisi tersebut terlihat dari dinamika geopolitik, volatilitas harga energi dan komoditas, perubahan kebijakan moneter global, hingga fragmentasi perdagangan. 

"Untuk terus berlayar dengan aman di tengah kecamuk gelombang global ini, ada empat agenda utama yang perlu ditempatkan dalam satu kerangka kebijakan yang terintegrasi dan saling terhubung," ujar dia. 
Mirdal mengatakan agenda pertama berkaitan dengan likuiditas dan stabilitas sektor keuangan, yang perlu dijaga agar penyaluran kredit tetap optimal ke sektor produktif. 
 
Agenda kedua ialah menjaga kredibilitas kebijakan fiskal melalui pengelolaan ruang fiskal yang disiplin dan produktif, terutama untuk mendukung daya beli masyarakat dan produktivitas.  

Kemudian agenda ketiga yakni memperkuat investasi dan hilirisasi untuk membangun rantai nilai domestik, menciptakan lapangan kerja formal, serta meningkatkan penguasaan teknologi. Realisasi investasi pada semester I-2026 telah mencapai lebih dari Rp1.010 triliun, dengan sekitar Rp300 triliun di antaranya berasal dari sektor hilirisasi.  

Sementara agenda keempat mencakup transisi energi dan proyek strategis melalui penguatan investasi pada teknologi energi hijau untuk meningkatkan ketahanan energi dan efisiensi jangka panjang. 
 

Sarasehan 100 Ekonom Indonesia di Grand Ballroom Hotel Kempinski, Jakarta, Kamis, 3 September 2026. Foto: Metrotvnews.com/Duta Erlangga
 

Dorong Mesin Pertumbuhan Baru

Sarasehan 100 Ekonom Indonesia merupakan forum tahunan yang digagas INDEF sebagai wadah bagi para ekonom untuk menyampaikan analisis, gagasan, serta rekomendasi kebijakan kepada pemerintah dan pemangku kepentingan. 

Pada penyelenggaraan 2026, forum tersebut kembali mengambil relevansi di tengah dinamika ekonomi global yang terus berubah. Tekanan geopolitik, perubahan arah kebijakan ekonomi negara-negara besar, dinamika perdagangan dan investasi, hingga tantangan menjaga pertumbuhan ekonomi menjadi sejumlah isu yang perlu diantisipasi Indonesia. 
Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 diharapkan tidak berhenti pada pembahasan mengenai tantangan, tetapi juga menghasilkan gagasan konkret mengenai mesin pertumbuhan ekonomi baru yang mampu memperkuat ketahanan ekonomi domestik. 
 

Sponsored by  


 

(Surya Perkasa)