Pasien penderita tuberkulosis (TB) antre saat akan menjalani pemeriksaan rutin di Puskesmas Tebet, Jakarta Selatan. ANTARA/Dhoni Setiawan
Sudinkes Jakbar Deteksi 7.378 Pengidap TBC Selama 2026
Achmad Zulfikar Fazli • 3 September 2026 20:30
Jakarta: Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) Jakarta Barat mendeteksi dan menangani ribuan pasien tuberkulosis (TBC). Data ini terhimpun sejak 1 Januari hingga 3 September 2026.
"Cakupan penemuan dan pengobatan kasus tuberkulosis mencapai 7.378 pasien," kata Kasudinkes Jakbar, dr. Sahruna, di Jakarta, dilansir dari Antara, Kamis, 3 September 2026.
Sahruna mengatakan temuan dan pengobatan itu dilakukan melalui pelayanan terhadap 52.677 erduga pengidap TBC. Realisasi ini menunjukkan pergerakan positif dari data sebelumnya per 15 April 2026 yang baru terdeteksi 3.027 kasus. Ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mengejar target deteksi TBC sebanyak 11.955 kasus TBC di Jakarta Barat pada tahun ini.
"Temuan kasus diproyeksikan akan bertambah seiring dengan upaya deteksi dini di lapangan," kata Sahruna.
Langkah ini merupakan komitmen wilayahnya untuk mendukung target eliminasi TBC di DKI Jakarta pada 2030.
"Target temuan tahun ini 11.955 kasus. Jumlah tersebut terus bertambah seiring deteksi yang dilakukan sebagai upaya pemenuhan eliminasi TBC," kata Sahruna.
Sudinkes Jakarta Barat menerapkan dua jenis strategi dalam mendeteksi TBC, yaitu secara aktif dan pasif. Upaya penemuan kasus secara aktif melalui skrining kesehatan melalui cek kesehatan gratis (CKG) dan upaya kader TBC di lapangan.
"Lalu, secara pasif itu suspek (terduga) yang datang sendiri ke fasilitas kesehatan," ujar Sahruna.
.jpg)
Ilustrasi TBC. Medcom
Menurut dia, setiap fasilitas kesehatan di Jakarta Barat menerapkan prosedur ketat melalui penegakan diagnostik tepat dan cepat, memanfaatkan pemeriksaan dahak, serta radiologi (x-ray) sesuai indikasi medis. Seluruh pasien yang masuk dalam cakupan pengobatan dipastikan mendapat perawatan sesuai standar mutu yang berlaku.
"Kami melakukan pemantauan kepatuhan minum obat secara berkala serta melakukan pemeriksaan terhadap orang yang kontak erat degan pasien TBC," jelas Sahruna.
Sebagai langkah preventif agar penularan tidak meluas, kontak erat yang dinyatakan sehat juga diberikan Terapi Pencegahan TBC (TPT).
Di sisi lain, Sudinkes Jakbar menggencarkan promosi kesehatan melalui penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), edukasi etika batuk, pemberian imunisasi, serta penyebaran informasi mengenai akses layanan kesehatan bagi masyarakat yang mengalami gejala TBC.