Pemantauan abu vulkanik menggunakan paper test di Bandar Udara Internasional Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Foto: Antara.
Kemenhub Sebut Penerbangan di Kualanamu Normal Pascaerupsi Sinabung
Gabriella Thesa Widiari • 4 September 2026 05:43
Jakarta: Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan operasional penerbangan di Bandara Internasional Kualanamu aman pascaerupsi Gunung Sinabung di Provinsi Sumatera Utara. Hal ini dipastikan setelah tidak ditemukan abu vulkanik di lokasi bandara.
"Operasional penerbangan di Bandar Udara Internasional Kualanamu berjalan normal," kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F. Laisa, dilansir dari Antara, Jumat, 4 September 2026.
"Pemantauan abu vulkanik menggunakan paper test dilaksanakan di Bandar Udara Internasional Kualanamu pada pukul 08.00 hingga 16.00 WIB," kata Lukman.
Meski begitu, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub tetap melakukan pemantauan dan koordinasi terhadap perkembangan aktivitas Gunung Sinabung. Pemantauan juga meliputi potensi dampak sebaran abu vulkanik terhadap operasional penerbangan.
Lukman menjelaskan, berdasarkan SIGMET (Significant Meteorological Information) yang bersumber dari Volcanic Ash Advisory Centre (VAAC) Darwin, pada tanggal 2 September 2026 terpantau aktivitas erupsi Gunung Sinabung dengan sebaran awan abu vulkanik yang teramati hingga ketinggian 14.000 kaki.
"Bergerak ke arah barat daya dengan kecepatan sekitar lima knot, dengan intensitas yang diprakirakan tetap atau tidak mengalami perubahan signifikan," kata Lukman.
Kondisi tersebut menjadi perhatian dalam pemantauan keselamatan penerbangan. Khususnya terhadap kemungkinan perubahan arah dan kecepatan angin yang dapat memengaruhi pola pergerakan abu vulkanik serta berpotensi berdampak terhadap jalur penerbangan.
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara memperoleh informasi perkembangan aktivitas gunung berapi antara lain dari VAAC Darwin dan Forecaster Stasiun Meteorologi. Informasi tersebut selanjutnya menjadi bahan dalam koordinasi dan pengambilan langkah mitigasi bersama penyelenggara bandara, maskapai penerbangan, serta pemangku kepentingan terkait.

Kolom erupsi Gunung Sinabung teramati mencapai sekitar 3.500 meter di atas puncak pada Senin, 31 Agustus 2026. Foto: dok. BPBD Kabupaten Karo.
Berdasarkan hasil pemantauan, pada tanggal 1 September 2026 terdeteksi adanya abu vulkanik tipis pada area parkir pesawat di Bandara Internasional Kualanamu.
Sebagai langkah antisipasi, operasional penerbangan di Bandara Internasional Kualanamu sempat dilakukan penutupan pada hari Selasa, 1 September 2026 berdasarkan NOTAM A3250/26.
Operasional bandar udara kembali dibuka berdasarkan NOTAM A3254/26 dan NOTAM A3251/26, dengan tetap memperhatikan hasil pemeriksaan kondisi aerodrome dan perkembangan informasi abu vulkanik.