Indonesia Energy & Engineering Series – Energy Week 2026 diselenggarakan di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada 2–5 September 2026 (Foto:Dok.Pamerindo Indonesia)
The Battery Show Indonesia Hadir di IEE Series Energy Week 2026, Pamerindo Dorong Ekosistem Baterai Nasional
Rosa Anggreati • 4 September 2026 22:11
Jakarta: Pamerindo Indonesia memperluas cakupan Indonesia Energy & Engineering (IEE) Series – Energy Week 2026 dengan menghadirkan The Battery Show Indonesia bersama Electric & Power Indonesia serta Data Center Asia - Indonesia. Langkah ini dinilai relevan dengan kebutuhan industri energi yang semakin terintegrasi.
Deputy Event Director Pamerindo Indonesia, Maxmilaan Bruinier, mengatakan pengembangan sektor baterai tidak dapat dilepaskan dari perubahan sistem energi secara keseluruhan.
“Baterai dan energy storage tidak berdiri sendiri, tetapi semakin berkaitan dengan perkembangan sistem kelistrikan, elektrifikasi, e-mobility, hingga kebutuhan infrastruktur digital,” kata Maxmilaan dalam wawancara eksklusif dengan Metrotvnews.com di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada Kamis, 3 September 2026.
Menurut dia, keterhubungan antarsektor tersebut menjadi pertimbangan utama Pamerindo menghadirkan The Battery Show Indonesia dalam rangkaian Energy Week. Kehadiran pameran baterai, kelistrikan, dan infrastruktur digital dalam satu platform diharapkan dapat mempertemukan para pemangku kepentingan yang memiliki kebutuhan dan kepentingan yang saling berkaitan.
“Bagi kami sebagai penyelenggara, ini bukan sekadar menambah satu portofolio pameran, tetapi bagaimana kami dapat mencerminkan perkembangan kebutuhan industri yang semakin terhubung dan menghadirkan stakeholder yang relevan dalam satu platform,” ujarnya.
Dorong Kesiapan Energi Terbarukan
Maxmilaan menilai momentum pengembangan industri baterai di Indonesia sudah tepat dilakukan. Meskipun masih berada dalam tahap awal, kebutuhan terhadap teknologi penyimpanan energi diperkirakan semakin besar seiring dengan perkembangan energi terbarukan.
Dia menjelaskan, baterai dan energy storage system (BESS) memiliki peran penting dalam mendukung pengembangan energi baru terbarukan (EBT).
Deputy Event Director Pamerindo Indonesia, Maxmilaan Bruinier (Foto:Metrotvnews.com/Wijokongko)
“Kebutuhan kita terhadap renewable, kebutuhan akan energy storage, baterai itu semakin sangat dibutuhkan. Walaupun kita di early stage, kami ingin membawa itu lebih awal,” ucapnya.
Menurut Maxmilaan, kebutuhan baterai juga tidak hanya berasal dari perkembangan kendaraan listrik atau electric vehicle (EV). Teknologi penyimpanan energi dibutuhkan untuk mendukung sistem energi terbarukan yang membutuhkan fleksibilitas dan keandalan pasokan.
Oleh karena itu, mempertemukan industri baterai dengan sektor kelistrikan dan infrastruktur digital menjadi semakin penting.
“Sistem kelistrikan tentu menjadi fondasi bagi berbagai aktivitas industri. Sementara baterai dan energy storage dapat mendukung fleksibilitas dan keandalan energi,” katanya.
Di sisi lain, pertumbuhan infrastruktur digital seperti data center juga membutuhkan pasokan energi yang semakin andal dan efisien. Kondisi tersebut menunjukkan adanya hubungan yang semakin erat antara ketiga sektor tersebut.
Integrasi Ekosistem Baterai
Maxmilaan melihat industri baterai Indonesia masih memiliki ruang yang besar untuk berkembang dalam beberapa tahun ke depan. Potensi tersebut didorong oleh beragam kebutuhan. Mulai dari kendaraan listrik, penyimpanan energi untuk EBT, hingga berbagai aplikasi industri lainnya.
“Perkembangan kendaraan listrik, kemudian kebutuhan energy storage untuk energi baru terbarukan, dan berbagai kebutuhan industri lainnya menunjukkan bahwa ekosistem baterai akan membutuhkan keterlibatan lebih banyak pelaku ataupun juga keahlian,” tuturnya.
Suasana pameran di Indonesia Energy & Engineering Series – Energy Week 2026 (Foto:Metrotvnews.com/Wijokongko)
Namun, dia menekankan pengembangan industri baterai tidak cukup hanya dengan mendorong sisi manufaktur. Indonesia perlu membangun ekosistem yang lebih terintegrasi, mencakup teknologi, manufaktur, rantai pasok, standar dan keselamatan, hingga pengembangan sumber daya manusia.
Dalam konteks tersebut, Pamerindo menilai pameran industri dapat menjadi salah satu ruang untuk mempertemukan berbagai pelaku dan membangun koneksi yang dibutuhkan ekosistem baterai.
Platform Kolaborasi
Pengembangan The Battery Show Indonesia juga melibatkan berbagai stakeholder, mulai dari industri, asosiasi, akademisi, institusi riset, hingga pemangku kebijakan.
Maxmilaan mengatakan kolaborasi lintas sektor penting karena industri baterai memiliki rantai pasok yang panjang dan melibatkan banyak kepentingan.
“Pemerintah sebagai regulator memiliki peran dalam kebijakan dan standar. Industri membawa kebutuhan dan pengalaman di lapangan. Sementara, akademisi dan institusi riset juga diharapkan dapat berkontribusi untuk pengembangan pengetahuan, teknologi, dan sumber daya manusia,” katanya.
Selain menghadirkan pameran, Indonesia Energy & Engineering Series – Energy Week 2026 juga menampilkan sejumlah pembicara dalam sesi diskusi (Foto:Metrotvnews.com/Wijokongko)
Pamerindo dalam hal ini berupaya menyediakan platform yang memungkinkan berbagai perspektif tersebut bertemu. Tidak hanya melalui pameran, tetapi juga melalui program diskusi yang membuka ruang pertukaran informasi dan insight.
“Yang ingin kami bangun adalah sebuah platform yang mempertemukan technology providers, pelaku industri, asosiasi, akademisi, dan pemangku kebijakan dalam satu ruang,” kata Maxmilaan.
Dengan demikian, The Battery Show Indonesia tidak hanya diarahkan sebagai ajang untuk melihat perkembangan teknologi terbaru. Pameran tersebut juga diharapkan menjadi ruang untuk membangun koneksi bisnis, bertukar insight, serta memahami bagaimana industri baterai Indonesia dapat berkembang bersama sektor energi lainnya.
Berkomitmen Digelar Setiap Tahun
Maxmilaan berharap Energy Week dapat memberikan dukungan terhadap berbagai program pemerintah, khususnya melalui teknologi dan solusi yang ditampilkan para peserta pameran.
Dia juga berharap forum tersebut dapat dimanfaatkan pelaku industri untuk bertukar aspirasi mengenai kebutuhan sektor energi sekaligus mencari solusi teknologi yang dapat mendukung agenda pemerintah.
Pamerindo memastikan rangkaian pameran serupa akan kembali digelar setiap tahun. Untuk Electric & Power Indonesia sendiri, penyelenggaraan tahun ini telah memasuki edisi ke-24.
“Kami optimistis. Tentu sangat optimis. Kita optimis, selalu optimis,” ujarnya tegas.
Selain memperluas cakupan industri energi, Pamerindo juga membawa aspek keberlanjutan dalam penyelenggaraan pameran. Perusahaan telah menjalankan program Sustainability Event selama lima tahun dengan melibatkan venue, peserta pameran, serta vendor.
Salah satu fokusnya adalah mengurangi sampah yang dihasilkan dari penyelenggaraan pameran. Pamerindo bekerja sama dengan sejumlah mitra untuk pengelolaan limbah dan pemanfaatan material daur ulang, termasuk penggunaan kembali banner dari tahun-tahun sebelumnya sebagai material flooring di sejumlah area pameran.
“Kalau untuk sustainability, kuncinya adalah kolaborasi. Sehingga diharapkan kami sebagai penyelenggara pameran juga bisa mengurangi dampak khususnya dari penyelenggaraan pameran sendiri,” ucap Maxmilaan.
Sebagai informasi, Indonesia Energy & Engineering (IEE) Series – Energy Week 2026 berlangsung pada 2–5 September 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.
Mengusung tema “Sustainability for Industrial Transformation,” gelaran ini mempertemukan tiga sektor yang memiliki keterkaitan erat, yakni kelistrikan melalui Electric & Power Indonesia, teknologi baterai dan penyimpanan energi melalui The Battery Show Indonesia, serta infrastruktur digital melalui Data Center Asia–Indonesia.
Dengan semakin terhubungnya kebutuhan kelistrikan, energi terbarukan, kendaraan listrik, dan infrastruktur digital, Pamerindo berharap Energy Week dapat menjadi ruang kolaborasi bagi pelaku industri. Pengembangan ekosistem baterai pun diharapkan tidak berjalan sendiri, melainkan tumbuh bersama sektor energi lainnya.