Kasus ISPA di Kalsel Berangsur Menurun

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Palangka Raya, Kalbar. (Metro TV/Tantawi)

Kasus ISPA di Kalsel Berangsur Menurun

Lukman Diah Sari • 2 September 2026 10:42

Banjarmasin: Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Provinsi Kalimantan Selatan pada pekan ke-33 berangsur menurun setelah sebelumnya sempat mengalami peningkatan akibat kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, Diauddin mengatakan tren penurunan tersebut menjadi perkembangan positif di tengah upaya pemerintah meningkatkan perlindungan dan pelayanan kesehatan masyarakat terdampak kabut asap.

“Kasus ISPA rata-rata sebelumnya sekitar 5.000 kasus. Meningkat menjadi sekitar 7.000. Tetapi minggu kemarin, yaitu minggu ke-33, sudah agak menurun dibandingkan minggu ke-32,” kata Kadinkes tanpa menyebutkan angka penurunannya secara detail, di Banjarmasin, Rabu, 2 September 2026, melansir Antara.

Dia mengungkapkan, penurunan kasus pada pekan terakhir diharapkan menjadi awal dari tren yang terus membaik. Kendati demikian, kata dia, masyarakat tetap dianjurkan untuk terus menjaga kesehatan dan langkah perlindungan diri.

“Mudah-mudahan trennya akan semakin turun, walaupun saat ini masih tinggi dibandingkan sebelum terjadinya kabut asap,” katanya.

Dinas Kesehatan Kalsel bersama jajaran kesehatan di kabupaten/kota terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kasus ISPA. Surveilans dilakukan untuk melihat kecenderungan kasus sekaligus menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan yang diperlukan.

Ilustrasi-Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah. (Metro TV/ Tantawi Jauhari)

Masyarakat juga diimbau meningkatkan perlindungan diri, terutama ketika kualitas udara mengalami penurunan akibat kabut asap. Penggunaan masker saat beraktivitas di luar ruangan menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi paparan asap dan partikulat.

“Kalau kondisi udara kurang baik, masyarakat sebaiknya mengurangi aktivitas di luar rumah dan menggunakan masker. Apabila mengalami keluhan seperti batuk, sesak napas atau gejala ISPA lainnya, segera periksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan,” imbaunya.

Dinkes Kalsel berharap kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan dapat terus ditingkatkan seiring dengan upaya pemerintah menangani dampak kabut asap. Dengan pemantauan kasus yang berkelanjutan dan perilaku hidup sehat, kata dia, tren kasus ISPA di Kalsel diharapkan terus mengalami penurunan

(Lukman Diah Sari)