Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko (kanan). Foto: ANTARA/HO-Divisi Humas Polri.
Polri Targetkan Bangun 569 Sumur Bor di Wilayah Pascabencana Sumatra
Fachri Audhia Hafiez • 4 January 2026 12:16
Jakarta: Polri berkomitmen mempercepat pemulihan masyarakat pascabencana di wilayah Sumatra dengan menargetkan pembangunan 569 titik sumur bor. Hingga saat ini, sebanyak 249 titik telah terealisasi guna menjamin ketersediaan akses air bersih bagi warga di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
“Pembangunan sumur bor ini menjadi bagian dari langkah nyata Polri dalam membantu masyarakat terdampak bencana agar tetap memiliki akses terhadap air bersih. Upaya ini dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan,” ujar Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko di Jakarta, dilansir Antara, Minggu, 4 Januari 2026.
Baca Juga :
Trunoyudo memerinci, realisasi saat ini terdiri atas 236 titik yang sudah aktif dan 13 titik lainnya masih dalam proses pengerjaan. Di Provinsi Aceh, dari target 389 titik, sebanyak 171 lokasi telah terealisasi, dengan Kabupaten Aceh Tamiang menjadi wilayah terbanyak yang memiliki 132 titik aktif.
Pembangunan di Tanah Rencong ini juga tersebar luas di berbagai wilayah, mulai dari Aceh Utara, Pidie, hingga Singkil. Sementara itu, progres di Sumatra Utara dilaporkan telah mencapai 100 persen, di mana seluruh rencana 30 titik di Langkat, Tapanuli Utara, dan Tapanuli Tengah sudah berstatus aktif dan dapat digunakan masyarakat.
Untuk Provinsi Sumatra Barat, Polri menargetkan 150 titik pembangunan. Hingga kini, tercatat 48 titik telah terealisasi yang mencakup wilayah Kabupaten Agam, Padang Pariaman, Pesisir Selatan, hingga Kota Solok.

Ilustrasi aparat kepolisian membantu membersihkan sekolah terdampak bencana di Aceh Tamiang, Aceh. Foto: Dok. Antara.
Trunoyudo menegaskan, keberadaan sumber air bersih ini sangat krusial dalam mendukung stabilitas kehidupan masyarakat setelah dihantam bencana. Polri terus mendorong sinergi dengan berbagai pihak agar sisa target pembangunan dapat segera dirampungkan dalam waktu dekat.
“Diharapkan keberadaan sumur bor ini dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat serta mendukung proses pemulihan pascabencana,” pungkas Trunoyudo.