Direktur Utama (Dirut) BPJS Kesehatan, Mayjen (Purn) Prihati Pujowaskito (kedua dari kanan) saat meninjau fasilitas katerisasi jantung di Rumah Sakit Tk. II Dustira, Cimahi Tengah, Kota Cimahi, Jawa Barat. Metrotvnews.com/Achmad Zulfikar Fazli
Tekan Angka Kematian, Dirut BPJS Kesehatan: Penanganan Jantung Harus Cepat dan Tepat
Achmad Zulfikar Fazli • 16 September 2026 17:49
Cimahi: Direktur Utama (Dirut) BPJS Kesehatan, Mayjen (Purn) Prihati Pujowaskito, menyoroti soal penanganan pasien penyakit jantung. Dia mengimbau masyarakat yang terindikasi sakit jantung untuk segera dibawa ke rumah sakit agar mendapatkan penanganan medis.
"Sedangkan para tenaga kesehatan dan para dokter jangan menjadi penyebab in-hospital delay dalam melakukan penanganan, sehingga betul-betul kita bisa mencegah angka kematian pada serangan jantung apabila penanganan dilakukan dengan cepat dan tepat," ujar Prihati di Rumah Sakit Tk. II Dustira, Cimahi Tengah, Kota Cimahi, Jawa Barat, Rabu, 16 September 2026.
Prihati sempat keliling Rumah Sakit Tk. II Dustira untuk menengok pelayanan pasien penyakit jantung. Mulai dari sistem pendaftaran calon pasien hingga fasilitas ruang katerisasi jantung.
"Jadi di rumah sakit ini tersedia layanan itu dengan dua alat yang sudah cukup lengkap, sehingga bisa melaksanakan pelayanan jantung di program JKN atau pada peserta BPJS dengan lebih sesuai dengan indikasi-indikasi yang ada," ujar Prihati.

Direktur Utama (Dirut) BPJS Kesehatan, Mayjen (Purn) Prihati Pujowaskito (kanan) saat meninjau fasilitas katerisasi jantung di Rumah Sakit Tk. II Dustira, Cimahi Tengah, Kota Cimahi, Jawa Barat. Metrotvnews.com/Achmad Zulfikar Fazli
Menurut dia, rumah sakit yang sudah lama bekerja sama dengan BPJS Kesehatan itu sudah memiliki layanan dan alat yang cukup lengkap untuk mendeteksi penyakit jantung. Salah satu alat yang digunakan, yakni Fractional Flow Reserve (FFR).
"Alat ini bisa mendeteksi penyempitan itu pada kondisi yang bukan serangan jantung, penyempitan itu alirannya normal apa tidak," ujar Prihati.