Gedung Novo Nordisk. Foto: The Wall Street Journal.
Pembaruan Identitas Merek Jadi Jurus Genjot Transformasi Novo
Husen Miftahudin • 17 September 2026 15:50
Jakarta: Perusahaan farmasi multinasional asal Denmark, Novo Nordisk, melakukan pembaruan identitas merek dengan mengusung "Lasting Health Starts Now" serta penggunaan "Novo" sebagai nama perusahaan dalam penggunaan sehari-hari.
Pembaruan identitas merek dan budaya perusahaan tersebut menjadi bagian dari langkah Novo untuk memperkuat fokus, mempercepat cara kerja, serta meningkatkan dampak perusahaan dalam mencapai sasaran bisnis dan ambisinya menghadirkan kesehatan yang lebih baik bagi lebih banyak orang.
"Kami terus mendorong transformasi di berbagai bidang kesehatan, seperti obesitas dan diabetes, dengan menghadirkan inovasi bagi kehidupan jutaan orang," ucap Presiden dan CEO Novo Mike Doustdar, dikutip dari keterangan tertulis, Kamis, 17 September 2026.
'Lasting Health Starts Now' jadi identitas baru
Slogan "Lasting Health Starts Now" menjadi inti pembaruan identitas merek Novo. Konsep tersebut berangkat dari gagasan kesehatan berkelanjutan dimulai sejak hari ini melalui kemajuan yang dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.
Rebranding ini dirancang untuk menghadirkan identitas yang khas, mudah dikenali, dan konsisten dalam membangun hubungan dengan masyarakat, mitra, serta pemangku kepentingan di berbagai negara.
Dalam penggunaan sehari-hari, Novo akan menjadi nama perusahaan. Sementara itu, Novo Nordisk A/S tetap digunakan sebagai nama resmi perusahaan secara global.
Pembaruan identitas visual juga mencakup logo banteng Apis yang memiliki akar sejarah Novo. Logo tersebut dipertahankan dengan tampilan yang diperbarui agar lebih modern dan relevan dengan perkembangan perusahaan ke depan.
Melalui identitas baru tersebut, Novo ingin memperkuat kedekatan inovasi sains dengan kehidupan sehari-hari sekaligus membangun kepercayaan masyarakat dalam upaya menjangkau lebih banyak orang melalui berbagai pendekatan.
Selain melakukan rebranding, Novo memperkenalkan "The Novo Way" sebagai landasan baru budaya perusahaan. Prinsip tersebut dibangun berdasarkan kekuatan yang telah membentuk perusahaan selama lebih dari satu abad, mulai dari terobosan sains, keahlian, kepedulian terhadap masyarakat, hingga komitmen terhadap keselamatan pasien.
"The Novo Way juga diarahkan untuk membentuk perilaku dan cara kerja yang mendukung inovasi serta kepemimpinan perusahaan di tengah persaingan pasar yang semakin cepat dan berorientasi pada konsumen," papar Doustdar.

(Logo baru Novo Nordisk. Foto: dok Novo Nordisk)
Rebranding dan budaya perusahaan saling melengkapi
Executive Vice President, People, Organisation & Corporate Affairs Novo Tania Sabroe mengatakan identitas merek dan budaya perusahaan memiliki peran yang saling melengkapi.
"Identitas brand dan budaya perusahaan saling melengkapi, di mana budaya membentuk cara kami menjalankan strategi dan bekerja, sementara identitas brand membentuk nilai yang dirasakan masyarakat terhadap produk dan layanan kami, serta bagaimana perusahaan kami dipandang di seluruh dunia," ungkap Tania.
Menurut dia, pembaruan budaya perusahaan diharapkan mendukung Novo bergerak dengan lebih fokus dan cepat. Sementara itu, rebranding diarahkan untuk memastikan perusahaan tetap relevan dan memiliki karakter yang khas dalam berbagai aspek, mulai dari obat-obatan, kemitraan, pemasaran, hingga hubungan dengan pemangku kepentingan.
"Bersama-sama, keduanya akan semakin memperkuat daya saing kami sekaligus peran Novo sebagai mitra terpercaya dalam layanan kesehatan," kata dia.