Walkot Jaktim Minta Operasi Bibir Sumbing Digelar Rutin

Wali Kota Jakarta Timur Munjirin memberikan sambutan saat meninjau kegiatan Bakti Sosial Operasi Bibir Sumbing dan Langit-Langit di RSUD Ciracas, Jakarta Timur, Rabu (19/8/2026). (ANTARA/Siti Nurhaliza).

Walkot Jaktim Minta Operasi Bibir Sumbing Digelar Rutin

Siti Yona Hukmana • 19 August 2026 15:40

Jakarta: Wali Kota (Walkot) Jakarta Timur Munjirin meminta program operasi bibir sumbing dan langit-langit dapat digelar secara rutin di wilayah Jakarta Timur (Jaktim). Keberlanjutan program tersebut diperlukan, karena kebutuhan masyarakat terhadap layanan operasi bibir sumbing masih cukup besar.

"Saya harapkan tadi dari Bu Ratna (Kepala Sub Bagian Tata Usaha Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur) untuk disampaikan ke Bu Kepala Dinas Kesehatan DKI, agar diprogramkan lagi di Jakarta Timur untuk yang berikutnya," kata Munjirin saat menghadiri acara Bakti Sosial Operasi Bibir Sumbing dan Langit-Langit di RSUD Ciracas, Jakarta Timur, dilansir dari Antara, Rabu, 19 Agustus 2026.

Menurut Munjirin, Jakarta Timur memiliki jumlah penderita bibir sumbing yang relatif banyak. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan perlunya kegiatan pelayanan kesehatan yang dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.

Dengan adanya program yang berkelanjutan, kata dia, maka warga yang belum mendapatkan kesempatan mengikuti operasi dapat memperoleh peluang pada kegiatan selanjutnya. Selain itu, Munjirin memastikan kegiatan operasi bibir sumbing tidak berhenti pada pelaksanaan di RSUD Ciracas. Kegiatan serupa juga direncanakan berlangsung setiap bulan dengan lokasi yang bergiliran di wilayah DKI Jakarta.

"Iya, setiap bulannya terus ada se-DKI, muter terus," ucap Munjirin.

Lebih lanjut, dia menilai kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, orang tua, dan pemangku kepentingan lainnya penting dalam memastikan anak-anak dengan kondisi bibir sumbing mendapatkan penanganan.

Wali Kota Jakarta Timur Munjirin. ANTARA

Seperti diketahui, 21 anak menjalani operasi bibir sumbing dan langit-langit dalam kegiatan bakti sosial di RSUD Ciracas, Cibubur, Jakarta Timur, hari ini. Dari 31 anak yang mendaftarkan diri, tidak seluruh peserta dapat langsung menjalani tindakan medis. Setiap calon pasien harus melewati proses pemeriksaan (skrining) untuk memastikan kondisi kesehatan dan kelayakan menjalani operasi.

"Jadi, yang memenuhi syarat sebanyak 21, dan yang dari warga Jakarta Timur, DKI khususnya, itu ada 18, yang lainnya dari luar. Kita tidak menetapkan usia, ya, bebas aja. Cuma, rata-rata memang yang hadir di sini adalah anak-anak, masih balita," ungkap Munjirin.

Bakti sosial operasi bibir sumbing itu merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap anak-anak yang membutuhkan penanganan medis. Operasi tersebut gratis bagi masyarakat dan mendapat dukungan dari Asosiasi Bedah Plastik Indonesia dan Yayasan Smile Train. 

(Siti Yona Hukmana)