Ilustrasi: Pexels
10 Doa Nabi Muhammad saw. yang Cocok Dibaca di Hari Maulid Nabi
Riza Aslam Khaeron • 25 August 2026 20:51
Jakarta: Umat Islam di Indonesia pada hari ini, Selasa, 25 Agustus 2026, memperingati Maulid Nabi Muhammad saw. 1448 Hijriah. Pemerintah juga menetapkan tanggal ini sebagai hari libur nasional.
Pada peringatan tahun ini, Kementerian Agama mengusung tema "Cinta Rasulullah, Hidupkan Teladan, Tebarkan Rahmat" dengan tajuk "Berselawat untuk Negeri, Meneladani Sirah Nabi".
Salah satu cara sederhana untuk memaknai momen peringatan ini adalah dengan meneladani doa-doa yang biasa dipanjatkan oleh Rasulullah saw.. Mengutip NU Online, berikut sepuluh doa yang termaktub dalam Alquran dan sering dibaca oleh Nabi Muhammad saw.:
1. Doa Memohon Kekuasaan dan Rezeki (QS. Ali 'Imran: 26–27)
.jpg)
Artinya: "Wahai Allah, Pemilik kekuasaan, Engkau berikan kekuasaan kepada siapa pun yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kekuasaan dari siapa yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan siapa yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan siapa yang Engkau kehendaki. Di tangan-Mulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu. Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Engkau berikan rezeki kepada siapa yang Engkau kehendaki tanpa perhitungan." (QS. Ali 'Imran: 26–27)
Menurut Imam At-Thabarani, redaksi doa ini menggunakan asma Allah yang agung, sehingga jika digunakan untuk bermunajat, permohonan orang yang berdoa akan dikabulkan.
2. Doa Memohon Kemudahan Setiap Urusan (QS. Al-Isra': 80)
.jpg)
Artinya: "Ya Tuhanku, masukkan aku ke tempat masuk yang benar dan keluarkan (pula) aku ke tempat keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi-Mu kekuasaan yang dapat menolong(ku)." (QS. Al-Isra': 80)
Doa ini dapat dipanjatkan untuk bermunajat kepada Allah secara umum, baik ketika hendak memulai suatu pekerjaan maupun saat menjalani perjalanan yang diratai Allah Swt..
3. Doa Memuji Keesaan Allah (QS. Al-Isra': 111)
.jpg)
Artinya: "Segala puji bagi Allah yang tidak mempunyai anak dan tidak (pula) mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya dan Dia tidak memerlukan penolong dari kehinaan dan agungkanlah Dia seagung-agungnya." (QS. Al-Isra': 111)
Sebagian atsar menyebutkan bahwa jika ayat ini dibaca pada malam hari di dalam rumah, rumah tersebut akan terhindar dari potensi pencurian maupun musibah di dalamnya.
4. Doa Memohon Tambahan Ilmu (QS. Thaha: 114)
.jpg)
Artinya: "Ya Tuhanku, tambahkanlah ilmu kepadaku." (QS. Thaha: 114)
5. Doa Kebaikan Dunia dan Akhirat (QS. Al-Baqarah: 201)
.jpg)
Artinya: "Ya Tuhan kami, berikan kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka." (QS. Al-Baqarah: 201)
Para ulama sepakat bahwa doa ini mengandung jawami' al-kalim (kalimat ringkas namun sarat makna). Imam Ahmad bin Hanbal menyebut doa ini sebagai doa yang paling sering dibaca oleh Nabi Muhammad saw..
6. Doa Memohon Ampunan dan Rahmat (QS. Al-Mu'minun: 118)
.jpg)
Artinya: "Ya Tuhanku, berilah ampunan dan (berilah) rahmat, Engkaulah pemberi rahmat yang terbaik." (QS. Al-Mu'minun: 118)
Redaksi doa ini merupakan perintah Allah Swt. kepada Nabi Muhammad saw. agar senantiasa memohon ampunan dan kucuran rahmat dari-Nya. Setiap Muslim yang membaca doa ini juga diharapkan memperoleh ampunan dan rahmat yang sama.
7. Doa Perlindungan dari Bisikan Setan (QS. Al-Mu'minun: 97–98)

Artinya: "Ya Tuhanku, aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan setan." (QS. Al-Mu'minun: 97–98)
Sayyid At-Thanthawi dalam tafsir Al-Wasith menjelaskan bahwa doa ini mengajarkan orang-orang beriman untuk senantiasa berlindung kepada Allah Swt. agar terhindar dari godaan setan.
8. Doa Memohon Keteguhan Hati (QS. Ali 'Imran: 8–9)

Artinya: "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau condongkan hati kami kepada kesesatan setelah Engkau berikan petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Pemberi. Ya Tuhan kami, Engkaulah yang mengumpulkan manusia pada hari yang tidak ada keraguan padanya. Sungguh, Allah tidak menyalahi janji." (QS. Ali 'Imran: 8–9)
Imam Al-Qurtubi menjelaskan bahwa doa ini dipanjatkan oleh orang-orang yang memiliki kedalaman ilmu, sekaligus menjadi petunjuk bagi Nabi Muhammad saw. beserta umatnya untuk mengamalkannya.
9. Doa Penutup Majelis (QS. Ash-Shaffat: 180–182)

Artinya: "Mahasuci Tuhanmu, Tuhan Yang Maha Perkasa dari sifat yang mereka katakan. Selamat sejahtera bagi para rasul. Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam." (QS. Ash-Shaffat: 180–182)
10. Doa Kecukupan dan Tawakal (QS. At-Taubah: 129)

Artinya: "Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal, dan Dia adalah Tuhan yang memiliki 'Arsy (singgasana) yang agung." (QS. At-Taubah: 129)
Kesepuluh doa di atas pada dasarnya dapat diamalkan kapan saja tanpa terikat waktu tertentu. Namun pada momen peringatan Maulid Nabi, mengamalkan doa-doa tersebut menjadi salah satu cara untuk meneladani Rasulullah saw., sejalan dengan semangat "Berselawat untuk Negeri, Meneladani Sirah Nabi".