Dokter Tim Medis KRI dr Soeharso melakukan operasi warga korban gempa magnitude 7,7 di di kapal yang sandar di Dermaga Reo, Kabupaten Manggarai, Sabtu (22/8). /Foto: BNPB
RS Apung KRI dr Soeharso Layani Operasi 22 Pasien Korban Gempa NTT
Palce Amalo • 23 August 2026 13:36
Manggarai: Kapal rumah sakit KRI dr Soeharso-990 TNI Angkatan Laut telah melayani 22 pasien terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga Sabtu, 22 Agustus 2026.
Kapal tersebut bersandar di Pelabuhan Reo, Kabupaten Manggarai, sejak Jumat, 21 Agustus 2026, untuk memperkuat pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak gempa.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan puluhan pasien telah mendapatkan pelayanan medis di kapal rumah sakit tersebut.
"KRI dr Soeharso telah melayani 22 pasien, rinciannya meliputi Tindakan operasi patah tulang, penanganan luka robek, pelayanan rawat jalan, serta tiga pasien yang menjalani rawat inap," kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, Minggu, 23 Agustus 2026.
Pengerahan KRI dr Soeharso-990 dilakukan untuk memperkuat layanan kesehatan pascagempa, terutama bagi masyarakat di wilayah yang fasilitas kesehatannya mengalami dampak akibat bencana.
Sebagai kapal bantu rumah sakit, KRI dr. Soeharso memiliki sejumlah fasilitas medis. Kapal ini dilengkapi Instalasi Gawat Darurat (IGD), ruang perawatan intensif, ruang operasi, poliklinik, apotek, laboratorium, serta ruang rawat inap.
Fasilitas rawat inap terdiri atas dua ruangan dengan kapasitas masing-masing 20 tempat tidur. Ruangan tersebut dapat digunakan untuk memisahkan pasien laki-laki dan perempuan.
KRI dr Soeharso-990 memiliki panjang 122 meter. Kapal tersebut juga dilengkapi geladak yang dapat digunakan sebagai tempat pendaratan helikopter. Fasilitas itu mendukung proses evakuasi medis dari wilayah terdampak yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Personel Marinir TNI AL berangkat dari Surabaya menuju NTT menggunakan KRI dr Soeharso, Rabu, 19 Agustus 2026. ANTARA/HO-Pen Marinir
Untuk mendukung pelayanan, KRI dr. Soeharso membawa tenaga medis gabungan dari TNI AL dan Kementerian Kesehatan. Tim medis disiapkan memberikan pelayanan selama 24 jam.
Pelayanan kesehatan meliputi pemeriksaan umum, penanganan luka, tindakan operasi, hingga penanganan pasien dalam kondisi gawat darurat. Seluruh layanan medis diberikan secara gratis dengan mempertimbangkan kebutuhan dan prioritas medis pasien.
"Dengan hadirnya Rumah Sakit Apung ini, pemerintah berharap seluruh masyarakat di wilayah terdampak dapat memperoleh penanganan Kesehatan dengan cepat dan tepat," ujarnya.