IHSG Melonjak 1,68%, Semua Sektor Menguat

Ilustrasi. Foto: dok MI.

IHSG Melonjak 1,68%, Semua Sektor Menguat

Ade Hapsari Lestarini • 20 August 2026 17:20

Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis, 20 Agustus 2026, ditutup menguat mengikuti penguatan bursa saham kawasan Asia dan global.

IHSG ditutup naik 107,46 poin atau 1,68 persen ke posisi 6.501,59. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 11,27 poin atau 1,80 persen ke posisi 638,27.

"Bursa regional Asia menguat sejalan dengan penguatan bursa Wall Street, pelaku pasar tampaknya mengesampingkan hasil rilis risalah The Fed yang banyak para pejabat The Fed mulai mendukung kenaikan tingkat suku bunga pada pertemuan bulan lalu," ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias Nico dalam kajiannya di Jakarta, dilansir Antara, Kamis, 20 Agustus 2026.

Sementara dari mancanegara, Nico mengatakan pelaku pasar cenderung fokus setelah turunnya imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS), yang mendorong pelaku pasar meningkatkan eksposur ke aset berisiko.
 

Penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS


Penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS menyusul pengumuman Departemen Keuangan AS yang meningkatkan pembelian kembali (buyback) obligasi jangka panjang menjadi sedikitnya USD4 miliar per operasi mulai 9 September 2026, dari sebelumnya USD2 miliar.

"Rencana kebijakan ini meredakan kekhawatiran atas kenaikan biaya pinjaman yang telah sangat membebani pasar ekuitas global," ujar Nico.

Sedangkan dari kawasan Asia, pelaku pasar fokus terhadap keputusan moneter Bank Sentral Tiongkok yang mempertahankan suku bunga acuan pinjaman tidak berubah.

Suku bunga pinjaman utama (LPR) satu tahun dipertahankan di level 3,0 persen, sedangkan LPR lima tahun tetap di level 3,5 persen. Keputusan tersebut menjadi kali ke-15 berturut-turut LPR Tiongkok dipertahankan pada level yang sama.


Ilustrasi. Foto: dok MI/Usman Iskandar.
 

Keputusan tersebut menyusul janji bank sentral untuk mempertahankan sikap moneter akomodatif. Ekspektasi terhadap langkah stimulus lebih lanjut diperkuat oleh data ekonomi Juli 2026 yang lemah dan seruan Perdana Menteri Tiongkok Li Qiang untuk mempercepat pergeseran menuju pendorong pertumbuhan baru.

Pelaku pasar saat ini menunggu pertemuan Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional di Beijing pada 25-28 Agustus 2026 untuk mendapatkan sinyal kebijakan lebih lanjut.

Dari dalam negeri, Nico menilai keputusan Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan konsisten dengan upaya memperkuat stabilitas Rupiah di tengah meningkatnya volatilitas global yang disebabkan oleh perang di kawasan Timur Tengah. Kebijakan tersebut juga ditujukan untuk mempertahankan target inflasi 1,5-3,5 persen pada 2026 dan 2027 serta mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

BI juga menyatakan akan terus melakukan intervensi di pasar domestik dan luar negeri, menawarkan insentif untuk masuknya dana asing, serta menggunakan kebijakan makroprudensial untuk memastikan kecukupan likuiditas perbankan sehingga dapat mendukung penyaluran kredit.
 

Seluruh sektor menguat


Dibuka menguat, IHSG bertahan di zona positif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG tetap berada di zona hijau hingga penutupan perdagangan.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, seluruh 11 sektor menguat. Sektor barang baku memimpin penguatan dengan kenaikan 3,46 persen, diikuti sektor barang konsumen nonprimer yang naik 2,16 persen dan sektor industri sebesar 2,15 persen.

Adapun saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu BRRC, TRUK, KIJA, ALKA, dan COIN. Sementara saham dengan pelemahan harga terbesar yakni CTBN, BMBL, ARKO, KING, dan WEGE.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.262.000 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 77,09 miliar lembar saham senilai Rp15,77 triliun. Sebanyak 480 saham naik, 196 saham menurun, dan 287 saham tidak bergerak.

Bursa saham regional Asia pada Kamis sore antara lain indeks Nikkei menguat 1,46 persen ke 66.278,00, indeks Shanghai menguat 0,24 persen ke 3.903,72, indeks Hang Seng menguat 0,80 persen ke 25.698,49, indeks Kospi menguat 5,89 persen ke 6.852,58, sedangkan indeks Strait Times melemah 0,39 persen ke 5.671,91.

(Ade Hapsari Lestarini)