Bandara Soetta Ditutup, InJourney: Semua Demi Keselamatan Penerbangan

Pesawat terparkir di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Foto: Metrotvnews.com/Hendrik S.

Bandara Soetta Ditutup, InJourney: Semua Demi Keselamatan Penerbangan

Husen Miftahudin • 6 September 2026 12:36

Tangerang: PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau InJourney Airports menutup sementara operasional penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten. Kebijakan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi dampak sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau.

Assistant Deputy Communication & Legal Bandara Internasional Soekarno-Hatta Yudistiawan mengatakan penutupan operasional mengacu pada Notice to Airmen (NOTAM) Nomor A3341/26.

Berdasarkan NOTAM tersebut, operasional penerbangan Bandara Soetta ditutup sejak pukul 01.30 WIB hingga 09.30 WIB pada Minggu, 6 September 2026, menyusul potensi sebaran abu vulkanik (volcanic ash) dari aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

"Penutupan sementara ini merupakan langkah mitigasi dengan mempertimbangkan aspek keselamatan penerbangan," kata Yudistiawan di Tangerang seperti dikutip dari Antara, Minggu, 6 September 2026.

Yudistiawan menjelaskan pengelola Bandara Soetta terus berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan untuk memastikan penanganan operasional dan pelayanan kepada penumpang tetap berjalan dengan baik selama penutupan sementara.

Sebagai langkah antisipasi bagi penumpang terdampak, Bandara Soetta mengaktifkan Service Recovery Activation (SRA) dengan menyediakan makanan dan minuman ringan. "Bandara juga menyiapkan bus di setiap terminal untuk mendukung mobilitas penumpang menuju hotel, melalui koordinasi dengan maskapai," ujarnya.

Sejumlah fasilitas pendukung juga disiapkan untuk memenuhi kebutuhan penumpang selama periode penutupan. Salah satunya Posko di Terminal 1B yang telah dibuka untuk memudahkan koordinasi dan penanganan kondisi operasional di lapangan.

Di sisi layanan komersial, Bandara Soetta juga berkoordinasi dengan para tenant di terminal untuk memastikan operasional layanan dapat berlangsung selama 24 jam.

"Di sisi layanan komersial, Bandara Soetta telah berkoordinasi dengan para tenant di terminal untuk memastikan operasional layanan dapat berlangsung selama 24 jam, sehingga kebutuhan penumpang selama periode penutupan sementara dapat tetap terlayani," jelasnya.
 


16 Penerbangan di Bandara Juanda Terdampak Erupsi Anak Krakatau

(Ilustrasi. Foto: MI/Heri Susetyo)

 

209 penerbangan dibatalkan


Berdasarkan data penerbangan pada 6 September 2026 pukul 01.30 WIB hingga 09.30 WIB, terdapat 209 pergerakan pesawat yang terjadwal di Bandara Internasional Soekarno-Hatta dibatalkan (cancel).

Jumlah tersebut terdiri atas 160 penerbangan domestik, 39 penerbangan internasional, dan 10 penerbangan kargo.

"Bandara Internasional Soekarno-Hatta terus melakukan koordinasi dengan stakeholder terkait dalam menangani dampak penutupan sementara, termasuk penyesuaian jadwal penerbangan dan penanganan penumpang," ungkapnya.

Yudistiawan mengatakan pemulihan operasional akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi abu vulkanik dan aspek keselamatan penerbangan.

"Kami mengimbau seluruh pengguna jasa untuk mengecek kembali status dan jadwal penerbangan melalui kanal resmi maskapai masing-masing sebelum menuju bandara. Untuk informasi kebandarudaraan dan bantuan lebih lanjut, pengguna jasa dapat menghubungi Contact Center InJourney Airports 172," kata dia.

(Husen Miftahudin)