Sekolah di Pontianak Masih Belajar Daring Imbas Asap Tebal

Kondisi kabut asap yang masih menyelimuti Kota Pontianak, Senin, 7 September 2026. ANTARA/Sucia L

Sekolah di Pontianak Masih Belajar Daring Imbas Asap Tebal

Deny Irwanto • 7 September 2026 11:46

Pontianak: Sekolah di Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), masih menerapkan pembelajaran secara daring karena asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih tebal serta kualitas udara dinilai berbahaya meski hujan telah mengguyur sejumlah wilayah.

"Meski Kota Pontianak sudah diguyur hujan cukup merata, tapi asap masih tebal dan kondisi udara masih berbahaya," kata Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, di Pontianak seperti dilansir Antara, Senin, 7 September 2026.

Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak masih memantau perkembangan kondisi cuaca dan kualitas udara sebelum memutuskan pembelajaran kembali dilaksanakan secara normal.

Ia mengatakan pembelajaran tatap muka akan kembali dibuka apabila kondisi kualitas udara telah membaik dan berada pada tingkat yang dinilai aman bagi aktivitas siswa dan tenaga pendidik.

"Sehingga kita masih melihat kondisi. Kalau seandainya sudah menurun, akan kita buka kembali normal," jelasnya.

Menurut Edi, kondisi cuaca saat ini masih perlu dipantau, karena berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah tersebut masih berada dalam kondisi kemarau dengan tingkat yang cukup tinggi.

"Kalau laporan dari BMKG, kita masih dalam kondisi tinggi kemarau," ungkapnya.


Kondisi kabut asap yang masih menyelimuti Kota Pontianak, Senin, 7 September 2026. ANTARA/Sucia L

Ia mengatakan turunnya hujan belum dapat menjadi satu-satunya indikator bahwa kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan kualitas udara telah membaik.

Menurutnya, hujan yang efektif untuk membantu mengatasi asap dan kebakaran di lahan gambut harus memiliki intensitas yang cukup untuk membasahi permukaan serta lahan gambut secara menyeluruh.

"Dan masih belum tahu hujannya yang direncanakan seperti apa. Karena yang paling efektif kalau hujannya ini bisa membasahi bumi, lahan gambut," ujarnya.

Karena itu pembelajaran daring masih menjadi pilihan sementara untuk melindungi siswa dari paparan asap hingga kondisi udara dinyatakan lebih aman.



(Deny Irwanto)