Tekan Angka Pengangguran, Jangkauan Program Magang Nasional Diperluas

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli. Foto: Metrotvnews.com/Duta Erlangga.

Tekan Angka Pengangguran, Jangkauan Program Magang Nasional Diperluas

Fachri Audhia Hafiez • 9 April 2026 18:52

Jakarta: Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan komitmen pemerintah untuk menjadikan Program Magang Nasional sebagai instrumen utama dalam menekan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Indonesia. Fokus program ini akan diarahkan secara proporsional ke wilayah-wilayah yang memiliki angka pengangguran tinggi guna mempercepat distribusi tenaga kerja siap pakai.

“(Harapannya program) Magang (Nasional) ini juga harus menjadi salah satu solusi pengentasan TPT, pengangguran terbuka. Jadi malah berharapnya, kalau wilayah atau daerah tingkat penganggurannya tinggi, maka proporsi magangnya lebih besar, itu harapannya,” ujar Yassierli saat ditemui di Jakarta, dilansir Antara, Kamis, 9 April 2026.
 


Yassierli mengungkapkan bahwa dirinya telah mengusulkan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kuota peserta Program Magang Nasional tahun 2026 menjadi 150 ribu orang. Angka ini naik signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang berjumlah 100 ribu orang. Saat ini, usulan tersebut sedang dalam tahap pembahasan terkait ketersediaan anggaran.

Dia juga memastikan proses pemantauan (monitoring) dan evaluasi terhadap pelaksanaan tahap pertama serta kedua terus ditingkatkan. Langkah ini diambil guna memastikan kualitas pengalaman kerja yang didapatkan peserta di berbagai perusahaan, kementerian, dan lembaga benar-benar optimal.


Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli. Foto: Metrotvnews.com/Zaenal Arifin.

Berdasarkan data operasional, untuk tahap I, sebanyak 14.952 peserta dijadwalkan menyelesaikan masa pemagangan pada 19 April 2026. Sebagai bentuk apresiasi dan bukti profesionalisme, peserta yang menuntaskan program selama enam bulan akan menerima sertifikat magang resmi.

Bagi peserta yang mengikuti program lebih dari tiga bulan namun kurang dari enam bulan, pemerintah akan membekali mereka dengan surat keterangan kerja. Dokumen-dokumen ini dipandang krusial bagi para pencari kerja sebagai modal awal untuk menunjukkan kompetensi dan kesiapan kerja di pasar industri.

Langkah perluasan program ini dilakukan di tengah tren positif penurunan angka pengangguran. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), TPT pada November 2025 tercatat sebesar 4,74 persen, atau turun 0,11 persen poin dibandingkan Agustus 2025. Pemerintah optimistis Program Magang Nasional akan menjaga momentum tren penurunan tersebut.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)