Warga NTT Diminta Waspada Dampak Ekonomi Global dan El Nino

Gubernur Nusa Tenggara Timur Melki Laka Lena. ANTARA/Ho-Humas Pemprov NTT

Warga NTT Diminta Waspada Dampak Ekonomi Global dan El Nino

Silvana Febiari • 7 April 2026 16:21

Kupang: Warga Nusa Tenggara Timur (NTT) diingatkan untuk  meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak tekanan ekonomi global dan ancaman El Nino. Hal ini dilakukan demi memperkuat kepedulian sosial dan gotong royong di lingkungan masing-masing.

“Kondisi dunia tidak sedang baik-baik saja dan dampaknya sudah mulai terasa, harga-harga mulai naik. Karena itu kita harus lebih bijak membelanjakan uang dan melihat kiri kanan kita. Jangan sampai ada tetangga yang kesulitan makan tapi kita tidak tahu. Kita tidak boleh bersikap apatis," kata Gubernur NTT Melki Laka Lena, dilansir dari Antara, Selasa, 7 April 2026. 

Ia juga meminta peran aktif komunitas basis, gereja, dan pemerintah desa serta perangkat lainnya di level desa untuk mendeteksi secara dini warga yang benar-benar membutuhkan bantuan. Tujuannya agar intervensi pemerintah bisa tepat sasaran.
 


Menurutnya, jika kondisi tersebut terdeteksi lebih awal, bantuan dapat segera disalurkan melalui desa, kabupaten, provinsi, hingga jaringan gereja. Namun demikian, perlu dipastikan dengan cermat siapa yang benar-benar membutuhkan dan siapa yang tidak.

Meskipun kapasitas fiskal pemerintah terbatas, bantuan bagi warga rentan tetap menjadi prioritas selama data penerima jelas dan teridentifikasi sejak awal. Selain tekanan ekonomi, Melki juga mengingatkan potensi kekeringan akibat El Nino yang diperkirakan lebih panjang dan lebih panas tahun ini. 

Ia merujuk pada prediksi BMKG bahwa siklus El Nino kini semakin cepat akibat perubahan iklim. “El Nino ini biasanya lima tahunan, tapi sekarang bisa lebih cepat dan dampaknya lebih panjang. Karena itu kita harus hemat air dan jaga tanaman yang sudah ada,” ujarnya.


Ilustrasi kekeringan. Foto MGN


Ia mengimbau masyarakat, khususnya petani untuk mengantisipasi kondisi tersebut. Salah satu caranya dengan pengelolaan air yang lebih efisien serta menjaga produktivitas pertanian.

Dalam konteks penguatan ekonomi, Gubernur juga mendorong masyarakat memanfaatkan program NTT Mart sebagai ruang pemasaran produk UMKM lokal. Ia membuka peluang bagi komunitas gereja dan masyarakat untuk memproduksi berbagai barang seperti makanan olahan, kerajinan, hingga produk tenun untuk dipasarkan.

“Silakan produksi apa saja, nanti kita kurasi dan bisa masuk NTT Mart. Kita ingin produk masyarakat punya nilai tambah dan bisa dijual dengan baik,” ungkapnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)