Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena/Foto: dok Humas Pemprov NTT
El Nino Ancam NTT, Gubernur Minta Siapkan Cadangan Air
Lukman Diah Sari • 7 April 2026 15:23
Kupang: Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, mengingatkan potensi ancaman serius fenomena El Nino yang diperkirakan memicu musim kering lebih panjang dan ekstrem di wilayah NTT. Ia meminta seluruh jajaran pemerintah daerah di NTT untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi risiko kekeringan.
Penegasan tersebut disampaikan saat memimpin apel bersama Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah Provinsi NTT di halaman Kantor Gubernur NTT, Selasa, 7 April 2026, seusai libur paskah yang dihadiri Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma dan pejabat Pemprov NTT. Menurut Melkiades, informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan NTT menjadi salah satu wilayah yang paling berpotensi terdampak El Nino.
“Kalau tidak disiapkan dengan baik, dampaknya akan sangat terasa bagi masyarakat, terutama di sektor air bersih dan pertanian,” ujarnya.

Ilustrasi Pexels
Dia menekankan pentingnya langkah konkret, seperti penguatan cadangan air, pengelolaan distribusi air bersih, serta kesiapan sektor pertanian menghadapi potensi gagal panen akibat kekeringan panjang. Ia juga meminta perangkat daerah segera menyiapkan skenario penanganan darurat. Selain itu, ia mengingatkan agar pengelolaan keuangan daerah dilakukan secara disiplin dan tepat sasaran untuk mendukung upaya mitigasi dampak perubahan iklim.
“Tidak boleh ada kebocoran anggaran. Setiap rupiah harus digunakan secara efektif, terutama untuk kebutuhan mendesak seperti penanganan dampak El Nino,” tegas dia.
Menurutnya, pengawasan akan diperketat dengan melibatkan aparat penegak hukum guna mencegah penyimpangan dalam pengelolaan keuangan daerah. Di sisi lain, ia turut menyinggung penanganan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang menjadi perhatian pemerintah pusat. Ia memastikan bahwa terdapat komitmen kuat untuk menyelesaikan persoalan tersebut secara adil.
“Kita bersyukur karena pemerintah pusat memberi perhatian serius. Komitmennya jelas, tidak ada PPPK yang akan dirumahkan,” katanya. (MI/PO)