Ini Faktor Keberhasilan Pengamanan Mudik-Balik Lebaran

Arus mudik lebaran 2026. Foto: Istimewa

Ini Faktor Keberhasilan Pengamanan Mudik-Balik Lebaran

Siti Yona Hukmana • 9 April 2026 17:19

Jakarta: Pengamat transportasi membeberkan sejumlah faktor kunci keberhasilan pengamanan arus mudik dan balik Lebaran 2026. Berdasarkan survei Indikator Politik Indonesia, 79,8 persen masyarakat puas dengan pengamanan mudik lebaran tahun ini. 

Pengamat transportasi dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Sony Sulaksono menyebut tingkat kepuasan ini dipengaruhi penilaian publik pelaksanaan mudik tahun ini lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya, terutama dalam menekan angka kecelakaan.

"Jadi 79,8 persen itu publik menyatakan terkait dengan menilai penyelenggaraan itu lebih baik dalam menekan angka kecelakaan. Sehingga kalau kita hubungkan lagi dengan kondisi yang lain, ada beberapa faktor kunci yang tentunya ini sangat membantu dalam menurunkan angka kecelakaan,” kata Sony dalam keterangannya, Kamis, 9 April 2026. 

Sony menjelaskan, salah satu faktor utama adalah penerapan rekayasa lalu lintas yang lebih adaptif dan situasional. Menurutnya, pengaturan arus kendaraan tidak lagi bersifat kaku, melainkan disesuaikan dengan kondisi di lapangan sehingga lebih efektif.

Selain itu, koordinasi antar lembaga dinilai jauh lebih solid, mulai dari tingkat pusat hingga lapangan. Sinergi ini melibatkan berbagai pihak, seperti Polri, Kementerian Perhubungan, Kementerian PUPR, hingga sektor swasta.

“Kita lihat koordinasi antar lembaga saat Operasi Ketupat 2026 kami meninjau nya itu terlihat lebih solid. Bahkan itu di level pusat ya maupun sampai dengan di level lapangan. Nah itu kelihatan sekali,” ujar Sony.

Ia juga menyoroti kontribusi berbagai program layanan pendukung mudik seperti adanya Posko Mudik yang digelar Polri, Kementerian Perhubungan, maupun swasta yang turut mendukung kelancaran dan keselamatan pemudik. Di sisi lain, isu krisis bahan bakar minyak (BBM) yang sempat menjadi kekhawatiran masyarakat menjelang mudik, terbukti tidak berdampak signifikan. 

Pasalnya kata Sony, berdasarkan survei, sebanyak 81,7 persen responden menyatakan puas terhadap ketersediaan BBM selama periode mudik.

“Terjawab saat Operasi Ketupat 2026, ketersediaan bahan bakar itu 81,7 persen, itu kan sudah memberikan nilai bahwa saya masyarakat sangat puas dengan ketersediaan bahan bakar, sehingga isu-isu tersebut terpatahkan seperti itu,” ungkap Sony.

Pengaturan lalu lintas saat mudik lebaran. Foto: Istimewa

Lebih lanjut, Sony menegaskan keberhasilan mudik tahun 2026 bukan hasil dari satu kebijakan tunggal, melainkan hasil orkestrasi berbagai elemen di lapangan yang berjalan lebih rapi dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Sehingga kita bisa lihat antara pengaturan arus, pengamanan layanan pemudik, dan respon cepat ini menjadi salah satu hal yang menjadi menarik yang kita dapat amati saat operasi ketupat 2026,” kata Sony.

Apalagi, lanjut Sony, berdasarkan data Korlantas Polri jumlah kecelakaan selama mudik 2026 turun menjadi 3.517 kasus. Angka fatalitas juga turun signifikan hingga sekitar 31 persen dibanding 2025.

Menurut Sony, persepsi publik terhadap mudik yang lebih aman menjadi modal penting untuk perbaikan ke depan, termasuk sebagai dasar evaluasi dalam penyelenggaraan mudik Lebaran 2027.

“Jadi persepsi pemudik atau publik ya, terhadap mudik ini lebih aman, jadi salah satu dukungan data awal operasional untuk bagaimana kita bisa mengorkestrasi lagi di tahun 2027. Ini modal dasar kita. Artinya kepuasan publik ini jadi modal dasar semua elemen (dalam penyelenggaraan mudik),” ungkap Sony.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Siti Yona Hukmana)