Kerusakan akibat serangan Israel di Lebanon. (Anadolu Agency)
Gelombang Serangan Terbaru Israel di Lebanon Tewaskan 27 Orang
Willy Haryono • 12 April 2026 08:29
Beirut: Sedikitnya 27 orang tewas sejak Sabtu kemarin dalam gelombang terbaru serangan Israel di Lebanon, menurut laporan media pemerintah Lebanon.
Dikutip dari Anadolu Agency, Minggu, 12 April 2026, serangan paling mematikan terjadi di Kota Tefahta, Lebanon selatan, yang menewaskan 13 orang. Serangan udara Israel juga menghantam sejumlah wilayah lain di Provinsi Nabatieh.
Di Kota Toul, tiga orang dilaporkan tewas, termasuk seorang anggota otoritas kesehatan, sementara tiga lainnya luka-luka, termasuk seorang paramedis. Informasi ini disampaikan Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA), mengutip keterangan Kementerian Kesehatan.
Serangan terpisah di Kfar Sir menewaskan tiga orang. Empat korban jiwa lainnya jatuh setelah sebuah bangunan tempat tinggal di sepanjang jalan Zefta–Nabatieh dihantam. Sementara itu, satu orang dilaporkan tewas dalam serangan di Qsaibeh.
Sebelumnya, tiga orang juga tewas akibat serangan Israel terhadap bangunan permukiman di wilayah Mayfadoun, di Nabatieh bagian selatan.
Serangan udara juga menyasar Kota Jebchit dengan target kompleks generator listrik swasta, yang hancur dan terbakar akibat serangan tersebut.
Israel meningkatkan ofensifnya di Lebanon selatan sejak serangan lintas batas oleh Hizbullah pada 2 Maret, meski gencatan senjata telah berlaku sejak November 2024.
Di tengah eskalasi tersebut, Presiden Lebanon pada Jumat lalu mengumumkan bahwa Lebanon dan Israel sepakat menggelar pertemuan pertama pada 14 April di Departemen Luar Negeri AS di Washington DC. Pertemuan ini bertujuan mengupayakan gencatan senjata sekaligus membuka jalur dialog langsung.
Rencana perundingan itu berlangsung di tengah upaya diplomatik yang lebih luas, termasuk pembicaraan antara Iran dan Amerika Serikat di Islamabad, Pakistan, untuk mengakhiri konflik yang pecah sejak 28 Februari akibat serangan gabungan AS dan Israel ke Iran.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan dengan Iran, menyebut Teheran telah mengajukan proposal 10 poin yang dinilai “dapat dijalankan” sebagai dasar negosiasi.
Baca juga: RS di Beirut Tetap Beroperasi di Tengah Ancaman Serangan Zionis Israel