Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Foto: Anadolu
Perundingan Damai Gagal, Trump Pertimbangkan Serangan Baru ke Iran
Muhammad Reyhansyah • 13 April 2026 15:42
Washington: Amerika Serikat (AS) tengah mempertimbangkan opsi serangan militer baru terhadap Iran setelah perundingan damai yang digelar di Pakistan berakhir tanpa kesepakatan.
Pembicaraan yang dipimpin Wakil Presiden JD Vance di Islamabad tersebut gagal mencapai hasil, menyusul penolakan Teheran untuk menghentikan program nuklirnya.
Dikutip dari Anadolu, Senin, 13 April 2026, Presiden Donald Trump bersama para penasihatnya sedang mengkaji kemungkinan melanjutkan serangan militer terbatas terhadap Iran.
Langkah ini juga dipertimbangkan bersamaan dengan rencana penerapan blokade terhadap Selat Hormuz sebagai cara untuk mengatasi kebuntuan negosiasi.
Dari resor golf miliknya di Florida, Trump mengatakan kepada Fox News bahwa fasilitas penting Iran seperti pembangkit listrik dan instalasi air dapat menjadi target jika ketegangan terus meningkat.
“Saya sebenarnya tidak ingin melakukannya,” ujar Trump, sembari menegaskan bahwa seluruh opsi masih terbuka.
Selain pendekatan militer, Washington juga disebut tengah melanjutkan rencana blokade Selat Hormuz, jalur sempit yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dunia setiap harinya.
Kebijakan tersebut bertujuan memutus sumber pendapatan minyak Iran, yang menyumbang hampir setengah dari anggaran pemerintah negara itu.
Sejumlah penasihat menilai langkah ini dapat mendorong Teheran kembali ke meja perundingan, dengan merujuk pada strategi serupa yang pernah diterapkan terhadap Venezuela.
Namun, pendekatan tersebut juga memiliki risiko. Kapal Angkatan Laut Amerika Serikat yang beroperasi di dekat wilayah Iran berpotensi menghadapi serangan drone maupun rudal tanpa peringatan.
Situasi ini mencerminkan meningkatnya ketegangan setelah kegagalan diplomasi, dengan Washington kini mempertimbangkan kombinasi tekanan militer dan ekonomi terhadap Teheran.