Rusia Evakuasi Ratusan Pekerja dari PLTN Bushehr Iran yang Terkena Serangan

Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Bushehr di Iran. (Anadolu Agency)

Rusia Evakuasi Ratusan Pekerja dari PLTN Bushehr Iran yang Terkena Serangan

Dimas Chairullah • 5 April 2026 13:31

Moskow: Pemerintah Rusia mulai mengevakuasi ratusan karyawannya dari Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Bushehr di Iran menyusul meningkatnya risiko keamanan di area tersebut.

Kepala perusahaan nuklir negara Rusia (Rosatom), Alexey Likhachev, mengatakan sekitar 198 karyawan dijadwalkan kembali ke Rusia dalam dua hingga tiga hari.

“Seperti yang diperkirakan, firasat buruk kami terbukti. Eskalasi konflik di sekitar Teluk Persia menyebabkan konsekuensi serius di area pembangkit,” ujarnya, seperti dikutip kantor berita Tass, Minggu, 5 April 2026.

Langkah evakuasi dilakukan setelah adanya laporan serangan yang menghantam fasilitas tersebut dan menewaskan seorang petugas keamanan.

Kantor berita Iran, Fars, melaporkan satu personel keamanan tewas dalam insiden tersebut, sementara salah satu bangunan pendukung mengalami kerusakan akibat ledakan dan serpihan proyektil.

PLTN Bushehr merupakan proyek kerja sama antara Rusia dan Iran, dengan ratusan tenaga kerja Rusia terlibat dalam operasionalnya.

Eskalasi konflik di kawasan meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan operasi militer terhadap Iran pada 28 Februari 2026.

Otoritas Iran melaporkan lebih dari 1.340 orang tewas sejak konflik berlangsung, termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu, Ayatollah Ali Khamenei.

Sebagai respons, Iran melancarkan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel serta sejumlah wilayah di Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer Amerika Serikat.

Perkembangan ini meningkatkan kekhawatiran terhadap keamanan fasilitas nuklir di kawasan serta potensi dampak yang lebih luas terhadap stabilitas regional.

Baca juga:  Serangan Udara Hantam PLTN Bushehr di Iran, Satu Orang Tewas

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)