Serangan Udara Hantam PLTN Bushehr di Iran, Satu Orang Tewas

Serangan menghantam PLTN Bushehr di Iran dan menewaskan satu orang. (Anadolu Agency)

Serangan Udara Hantam PLTN Bushehr di Iran, Satu Orang Tewas

Willy Haryono • 4 April 2026 19:11

Teheran: Satu orang dilaporkan tewas dalam serangan udara yang diduga dilakukan Amerika Serikat dan Israel di fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Bushehr di Iran pada Sabtu, 4 April 2026.

Kantor berita semi-resmi Fars melaporkan korban merupakan salah satu personel keamanan di fasilitas tersebut. Serangan itu juga menyebabkan kerusakan pada salah satu bangunan pendukung akibat ledakan dan serpihan proyektil.

Laporan awal menyebut bagian utama fasilitas nuklir tidak terdampak dan operasional tetap berjalan. Insiden ini merupakan serangan keempat terhadap fasilitas tersebut sejak konflik dimulai pada 28 Februari 2026.

Badan Energi Atom Internasional (IAEA) menyatakan tidak ada peningkatan tingkat radiasi pasca-insiden. “Tidak ada peningkatan tingkat radiasi yang dilaporkan,” ujar pernyataan IAEA, dikutip dari Anadolu Agency.

Kepala IAEA Rafael Grossi juga menyampaikan kekhawatiran atas insiden tersebut.

“Beliau menyatakan keprihatinan mendalam dan menegaskan bahwa fasilitas pembangkit listrik tenaga nuklir atau area di sekitarnya tidak boleh menjadi sasaran serangan,” tutur IAEA badan tersebut.

IAEA juga mengingatkan bahwa bangunan pendukung di fasilitas nuklir dapat berisi peralatan keselamatan penting.

Serangan ini terjadi di tengah eskalasi konflik sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada akhir Februari.

Otoritas Iran melaporkan lebih dari 1.340 orang tewas sejak konflik berlangsung, termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu, Ayatollah Ali Khamenei.

Iran kemudian membalas dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, serta negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer Amerika Serikat.

Baca juga:  IAEA Sebut Fasilitas Nuklir Iran di Khondab Rusak Parah usai Diserang

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)