Iran Akan Gunakan 'Kartu Baru' Jika Kesepakatan dengan AS Tak Tercapai

Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf. (EPA)

Iran Akan Gunakan 'Kartu Baru' Jika Kesepakatan dengan AS Tak Tercapai

Willy Haryono • 21 April 2026 08:10

Teheran: Iran akan memasuki perang dengan "kartu baru" jika kesepakatan dengan Amerika Serikat (AS) tidak tercapai sebelum berakhirnya gencatan senjata, kata juru bicara dan kepala negosiator Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf pada Senin, 20 April 2026.

Baik AS maupun Iran telah memperingatkan bahwa waktu terus berjalan menuju pertempuran baru, dan gencatan senjata akan berakhir pada Selasa atau Rabu waktu AS.

Presiden AS Donald Trump mengatakan negosiasi akan berlangsung, tetapi Iran memberikan sinyal yang beragam tentang apakah negara itu siap untuk berdialog.

“Kami tidak menerima negosiasi di bawah ancaman,” tegas Ghalibaf di akun media sosial X yang dikutip Sweden Herald, Selasa, 21 April 2026.

Pada saat yang sama, sumber-sumber mengatakan kepada The New York Times bahwa Ghalibaf siap untuk melakukan perjalanan ke Islamabad, ibu kota Pakistan, untuk pembicaraan perdamaian, asalkan Wakil Presiden AS JD Vance juga ikut serta.

Satu hari sebelumnya, Ghalibaf mengatakan bahwa Iran tidak akan mau bernegosiasi dengan AS di Islamabad, Pakistan, jika dilakukan "di bawah bayang-bayang ancaman."

Sementara itu, Trump mengatakan bahwa dirinya tidak berada di bawah tekanan untuk mencapai kesepakatan dengan Iran, meski ia menilai peluang tercapainya kesepakatan masih terbuka.

Delegasi AS yang dipimpin JD Vance dikabarkan hendak bertolak ke Islamabad hari ini, sementara dari kubu Iran masih belum mengirim sinyal pasti mengenai akan mengirim perwakilan atau tidak.

Baca juga:  
Trump Sebut Kesepakatan dengan Iran Masih Mungkin Tercapai

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)