Bank-bank pembangunan multilateral (MDB). Foto: climatesupportfacility.org
Bos Bank Dunia hingga ADB Siap Bantu Negara-negara yang Terancam Kena Krisis Gegara Perang AS-Iran
Husen Miftahudin • 18 April 2026 11:33
Wasihngton, DC: Di tengah meningkatnya ketidakpastian global, termasuk perkembangan situasi di Timur Tengah, para pimpinan bank pembangunan multilateral atau Multilateral Development Banks (MDB) yang terdiri dari Bank Dunia hingga Bank Pembangunan Asia atau ADB, menekankan pentingnya kerja sama yang erat untuk mendukung stabilitas, menjaga kemajuan pembangunan, dan menanggapi tekanan yang semakin meningkat di negara-negara anggotanya.
"Bank-bank pembangunan multilateral (MDB) kini bekerja sama lebih erat dari sebelumnya untuk mendukung para anggota dan klien kami di tengah lingkungan global yang kompleks dan terus berubah. Dengan menggabungkan kekuatan finansial, pengetahuan, dan kemitraan kami, kami membantu negara-negara mengatasi tekanan saat ini sekaligus membangun ketahanan untuk masa depan," ucap Presiden Asian Development Bank (ADB) dan Ketua Kelompok Kepala MDB Masato Kanda, dikutip dari keterangan tertulis, Sabtu, 18 April 2026.
Para pimpinan MDB, yang mengadakan pertemuan di sela-sela Pertemuan Musim Semi Grup Bank Dunia-Dana Moneter Internasional (IMF), mencatat dampak dari perkembangan global saat ini sudah mulai dirasakan melalui kenaikan biaya energi, gangguan rantai pasokan, dan kondisi keuangan yang semakin ketat.
Para pimpinan tersebut menekankan kesiapan MDB untuk memberikan dukungan yang tepat waktu dan efektif guna membantu negara-negara dan klien mengelola risiko, menjaga stabilitas makroekonomi, serta melindungi kelompok masyarakat yang rentan.
Dengan latar belakang tersebut, para pimpinan MDB menegaskan kembali komitmen bersama mereka untuk mempererat kerja sama dan mewujudkan dampak yang signifikan, dengan fokus utama pada pengembangan sektor swasta, penciptaan lapangan kerja, infrastruktur, serta pertumbuhan berkelanjutan jangka panjang, sesuai dengan mandat, strategi, dan fokus operasional masing-masing.
| Baca juga: IMF dan Bank Dunia Percaya RI, Menkeu Purbaya: Sentimen Negatif Segera Hilang |
Dorong pengembangan swasta dan lapangan kerja
Para pimpinan menekankan pentingnya memperkuat upaya untuk memobilisasi pembiayaan swasta dan memperluas kapasitas pembiayaan, termasuk melalui pendekatan dibuat untuk didistribusikan/dibagikan (originate-to-distribute/share) yang memungkinkan para MDB untuk menciptakan peluang yang layak dibiayai dan menarik modal swasta dalam skala besar. Mereka sepakat untuk membentuk kelompok kerja guna melanjutkan upaya ini.
Mereka mengakui pentingnya meningkatkan transparansi risiko kredit di pasar negara berkembang melalui konsorsium Pasar Negara Berkembang Global (GEMs), meningkatkan pembiayaan dalam mata uang lokal, termasuk melalui pengembangan pasar keuangan domestik untuk membantu mengurangi risiko nilai tukar; serta penggunaan pembiayaan campuran yang disiplin.
Para pimpinan selanjutnya sepakat untuk menjalin kerja sama yang lebih erat dalam pendekatan bersama untuk mengukur dampak operasi MDB dalam menciptakan lapangan kerja yang lebih banyak dan lebih baik guna mengentaskan rumah tangga dari kemiskinan, meningkatkan kohesi sosial, dan mengurangi kerentanan.

(Ilustrasi. Foto: Freepik)
Genjot pertumbuhan dan ketahanan
Berbagai MDB memperkuat kerja sama di bidang mineral kritis, bekerja sama untuk mendukung rantai pasokan yang beragam, tangguh, dan bertanggung jawab guna menopang ketahanan energi, transformasi digital, penciptaan lapangan kerja, serta penambahan nilai di negara-negara tempat mereka beroperasi.
Berbagai MDB juga meluncurkan Water Forward, sebuah inisiatif global untuk mengembangkan sistem air yang layak investasi dan dapat diperluas, yang mendorong penciptaan lapangan kerja, kemakmuran, ketahanan pangan, dan ketangguhan. Para pimpinan MDB menyatakan bahwa mereka akan terus melakukan upaya bersama di bidang-bidang prioritas lainnya, termasuk kecerdasan buatan.
Para pimpinan MDB menegaskan kembali komitmen mereka untuk bekerja secara lebih efektif sebagai sebuah sistem, termasuk dengan lebih memfokuskan pada kualitas dan nilai. Mereka menyepakati kerangka kerja bersama mengenai Nilai untuk Uang (Value for Money) dalam pengadaan guna memastikan kualitas dan keberlanjutan proyek-proyek yang didanai MDB, yang akan disesuaikan oleh masing-masing bank dengan konteks operasionalnya sendiri. Mereka juga menyoroti kemajuan dalam penerapan kerangka kerja saling ketergantungan untuk memastikan pembiayaan bersama yang lancar bagi proyek-proyek MDB.
Kelompok para pimpinan MDB termasuk African Development Bank Group, Asian Development Bank, Asian Infrastructure Investment Bank, Council of Europe Development Bank, European Bank for Reconstruction and Development, European Investment Bank, Inter-American Development Bank Group, Islamic Development Bank, New Development Bank, dan Grup Bank Dunia. Dana Moneter Internasional (IMF) juga bergabung dalam pembahasan para pimpinan tersebut.