Maruf Amin: Ramadan Bangun Solidaritas Ekonomi Umat

Wapres ke-13 Ma'ruf Amin saat menunaikan salat Idulfitri 1447 H di Balai Kota, Jakarta. Foto: Antara.

Maruf Amin: Ramadan Bangun Solidaritas Ekonomi Umat

Anggi Tondi Martaon • 21 March 2026 13:59

Jakarta: Wakil Presiden ke-13 RI, Ma'ruf Amin, menjadi khatib salat Idulfitri 1447 Hijriah di Balai Kota DKI Jakarta, Sabtu, 21 Maret 2026. Dalam kesempatan tersebut, Ma'ruf menyampaikan bahwa Ramadan adalah momen untuk membangun solidaritas ekonomi umat.

"Hadirin sekalian yang saya hormati, Ramadhan bukan hanya membangun spiritualitas, Ramadhan juga membangun solidaritas ekonomi umat," kata Ma'ruf dikutip dari Antara, Sabtu, 21 Maret 2026.

Hal itu terlihat dalam penunaian zakat serta penyaluran infak selama Ramadan. Menurut dia, kewajiban tersebut menunjukkan bahwa Islam tidak hanya membangun kesalehan ritual.

"Dalam satu bulan ini, kita melihat zakat ditunaikan, infak digerakkan, sedekah dibagikan. Ini menunjukkan bahwa Islam tidak hanya membangun kesalehan ritual, tetapi juga kesalehan sosial," tutur tokoh besar Nahdlatul Ulama (NU) itu.

Ma'ruf juga menyoroti peran silaturahmi sebagai perajut perbedaan dalam kehidupan berbangsa. Terlebih, Indonesia merupakan bangsa yang majemuk.

"Ada banyak suku, ada banyak budaya, ada banyak latar belakang. Jika perbedaan itu tidak dikelola dengan baik, maka ia akan bisa menjadi konflik; tetapi jika perbedaan dirajut dengan silaturahmi, maka ia menjadi harmoni kehidupan seperti sebuah simfoni," sebut Ma'ruf.

Ia pun mengambil analogi berbagai instrumen musik yang berbeda satu dengan yang lain.

Ilustrasi Lebaran Idulfitri. Foto: Freepik.

"Biola tidak sama dengan piano, drum tidak sama dengan seruling, tetapi ketika dimainkan bersama lahirlah musik yang indah. Begitu juga kehidupan masyarakat kita. Perbedaan bukan untuk dipertentangkan, tetapi untuk dipersatukan dalam harmoni. Itulah yang disebut sebagai simfoni kemenangan," tutur Ma'ruf.

Menurut dia, silaturahmi melahirkan kepercayaan, kepercayaan melahirkan kerja sama, dan kerja sama melahirkan kemajuan.

"Keadilan adalah fondasi peradaban, tetapi keadilan tidak akan lahir jika masyarakat terpecah belah," pungkas Ma'ruf.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggi Tondi)