Malang Mulai Dipadati Pemudik, Arus Tol Naik dan Stasiun Catat 25 Ribu Penumpang

Pemantauan titik yang berpotensi mengalami kepadatan kendaraan/Polres Malang.

Malang Mulai Dipadati Pemudik, Arus Tol Naik dan Stasiun Catat 25 Ribu Penumpang

Daviq Umar Al Faruq • 16 March 2026 15:41

Malang: Pergerakan masyarakat menuju wilayah Malang, Jawa Timur, mulai meningkat menjelang masa mudik Lebaran 2026. Lonjakan mobilitas terlihat baik dari arus kendaraan yang melintas di gerbang tol utama maupun dari tingginya jumlah penumpang kereta api yang berangkat dari stasiun di kawasan Malang Raya.

Berdasarkan data kepolisian pada Sabtu, 14 Maret hingga Minggu, 15 Maret 2026, kendaraan yang keluar dari tol menuju arah Malang dan Batu mencapai 17.805 unit. Sementara kendaraan yang meninggalkan wilayah Malang melalui tol pada periode yang sama tercatat sebanyak 18.873 unit.

Pergerakan kendaraan tersebut terpantau melalui tiga gerbang tol utama yang menghubungkan Malang dengan wilayah lain, yakni Gerbang Tol Singosari, Lawang, dan Pakis. Gerbang Tol Singosari menjadi titik dengan volume kendaraan tertinggi selama akhir pekan.

Sebanyak 12.125 kendaraan keluar menuju arah Malang-Batu, sedangkan 12.862 kendaraan masuk menuju arah Surabaya. Sementara itu, arus kendaraan di Gerbang Tol Lawang juga mengalami peningkatan meski tidak setinggi Singosari. Tercatat 2.599 kendaraan keluar menuju Malang dan Batu serta 3.097 kendaraan masuk menuju arah Surabaya.

Pemantauan titik yang berpotensi mengalami kepadatan kendaraan/Polres Malang. 

Di Gerbang Tol Pakis, kendaraan yang keluar menuju wilayah Malang mencapai 3.081 unit. Sedangkan kendaraan yang masuk menuju arah Surabaya tercatat sebanyak 2.914 unit. Kasihumas Polres Malang AKP Bambang Subinajar mengatakan peningkatan mobilitas kendaraan mulai terlihat menjelang periode mudik Lebaran. 

"Pergerakan kendaraan yang masuk ke wilayah Malang mulai meningkat menjelang masa mudik Lebaran, khususnya melalui gerbang tol utama seperti Singosari, Lawang, dan Pakis," kata Bambang, Senin, 16 Maret 2026.

Ia menyebut hingga saat ini kondisi arus lalu lintas di sejumlah jalur utama masih terpantau aman dan lancar. Pengawasan terus dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan pada masa mudik.

Bambang menambahkan puncak arus mudik diperkirakan akan terjadi dalam beberapa hari ke depan. Karena itu, pengamanan dan pengaturan lalu lintas terus diperkuat.

"Kami memprediksi puncak arus mudik akan terjadi dalam beberapa hari ke depan, sehingga pengamanan dan pengaturan lalu lintas terus kami tingkatkan," pungkas Bambang.

Stasiun Malang Jadi Titik Keberangkatan Tersibuk

Lonjakan juga terlihat pada moda transportasi kereta api. Selama enam hari pelaksanaan Angkutan Lebaran pada 11–16 Maret 2026, Stasiun Malang tercatat menjadi stasiun dengan jumlah pelanggan berangkat tertinggi ketiga di wilayah operasional PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 8 Surabaya.

Posisi tersebut berada di bawah Stasiun Surabaya Gubeng dan Stasiun Surabaya Pasarturi yang mencatat angka keberangkatan lebih tinggi. Berdasarkan data operasional, Stasiun Surabaya Gubeng mencatat 40.037 pelanggan berangkat selama enam hari masa Angkutan Lebaran. Disusul Stasiun Surabaya Pasarturi dengan 36.964 penumpang, sementara Stasiun Malang melayani 25.135 pelanggan berangkat.

“Kereta api semakin menjadi pilihan utama masyarakat untuk perjalanan selama periode Lebaran karena menawarkan perjalanan yang aman, nyaman, dan tepat waktu. Antusiasme masyarakat yang tinggi ini juga tercermin dari tingginya angka keberangkatan dari Stasiun Malang,” ujar Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, Senin 16 Maret 2026.

Suasana Stasiun Malang periode Angkutan Lebaran 2026/Daop 8 Surabaya.

Secara keseluruhan, stasiun-stasiun di wilayah Malang Raya melayani 27.844 pelanggan berangkat selama enam hari masa Angkutan Lebaran 2026. Dari jumlah tersebut, Stasiun Malang menyumbang mayoritas keberangkatan dengan 25.135 penumpang.

Stasiun lain di kawasan Malang Raya juga turut melayani arus perjalanan meski dalam jumlah lebih kecil. Tercatat Stasiun Malang Kota Lama melayani 1.119 penumpang, Stasiun Kepanjen sebanyak 1.096 penumpang, serta Stasiun Lawang dan Stasiun Sumberpucung dengan total 494 penumpang.

Sementara itu, berdasarkan data sementara pada Senin 16 Maret 2026 pukul 10.00 WIB, pergerakan penumpang di wilayah Malang Raya masih terus berlangsung. Diproyeksikan sebanyak 7.877 penumpang akan menggunakan layanan kereta api sepanjang hari ini.

Jumlah tersebut terdiri dari 4.189 pelanggan berangkat dan 3.688 pelanggan datang di berbagai stasiun. Angka itu masih berpotensi bertambah seiring jadwal kedatangan dan keberangkatan kereta hingga malam hari. Di sisi lain, penjualan tiket kereta api jarak jauh selama masa Angkutan Lebaran di wilayah Malang Raya juga menunjukkan tren positif. Hingga Senin, tiket yang terjual mencapai 69.817 atau sekitar 51 persen dari total kapasitas 136.045 tempat duduk. Data tersebut merupakan akumulasi pemesanan perjalanan pada periode 11 Maret 2026 atau H-10 hingga 1 April 2026 atau H+10 Lebaran.

Dari total pemesanan tersebut, Stasiun Malang kembali mencatat angka tertinggi dengan 58.539 tiket. Disusul Stasiun Kepanjen sebanyak 5.120 tiket, Stasiun Malang Kota Lama 3.979 tiket, serta Stasiun Lawang dan Stasiun Sumberpucung dengan total 2.179 tiket.

Mahendro menambahkan masyarakat masih memiliki peluang mendapatkan tiket perjalanan selama masa Angkutan Lebaran 2026. Sejumlah program promo juga disiapkan untuk mendukung mobilitas masyarakat selama periode mudik.

“Sebagai bentuk dukungan terhadap mobilitas masyarakat, pemerintah menghadirkan program diskon 30 persen untuk tiket KA Ekonomi Komersial yang berlaku pada periode 14 hingga 29 Maret 2026. Di wilayah Daop 8 Surabaya tersedia 46.848 tiket diskon, dan hingga saat ini 34.237 tiket atau sekitar 73 persen telah terjual, sehingga masih terdapat 12.611 tiket yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat,” jelas Mahendro.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)