Perempuan Haid Tetap Bisa Raih Lailatul Qadar, Ini Amalan yang Bisa Dilakukan

Ilustrasi. Foto: Freepik.com.

Perempuan Haid Tetap Bisa Raih Lailatul Qadar, Ini Amalan yang Bisa Dilakukan

Putri Purnama Sari • 15 March 2026 15:42

Jakarta: Sepuluh hari terakhir bulan Ramadan merupakan waktu yang sangat istimewa bagi umat Islam. Selain dikenal sebagai masa itqun minan nar atau pembebasan dari api neraka, pada periode ini juga terdapat malam Lailatul Qadar.

Malam-malam pada sepuluh hari terakhir Ramadan juga menjadi waktu yang sangat dimuliakan oleh Rasulullah SAW. Oleh karena itu, beliau meningkatkan ibadah untuk menghidupkan malam-malam tersebut. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah RA:

“Ketika memasuki sepuluh hari terakhir Ramadan, Nabi bersungguh-sungguh dalam beribadah, menghidupkan malamnya dengan ibadah, serta membangunkan keluarganya untuk turut beribadah.” (HR Bukhari).

Selain itu, malam Lailatul Qadar disebut sebagai malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Artinya, amal kebajikan yang dilakukan pada malam tersebut memiliki nilai yang lebih besar dibandingkan amal yang dilakukan selama seribu bulan tanpa adanya Lailatul Qadar. Hal ini dijelaskan dalam kitab tafsir Bahrul ‘Ulum karya Abu al-Laits An-Naisburi yang menyebutkan:

“Firman Allah SWT, ‘Lailatul Qadar itu lebih baik dari seribu bulan’ berarti amal kebajikan yang dilakukan pada malam Lailatul Qadar lebih utama dibandingkan amal kebajikan selama seribu bulan yang tidak terdapat malam Lailatul Qadar di dalamnya.” (Lihat Abu al-Laits as-Samarqandi, Bahrul ‘Ulum, Beirut: Darul Fikr, juz III, halaman 577).
 

Malam Lailatul Qadar menjadi momen yang sangat dinantikan oleh umat Muslim. Banyak di antara mereka yang meningkatkan ibadah pada malam tersebut, seperti melakukan iktikaf di masjid atau membaca Al-Quran hingga khatam.

Namun, muncul pertanyaan mengenai amalan yang dapat dilakukan oleh perempuan yang sedang mengalami haid. Sebagaimana diketahui, perempuan yang sedang haid tidak diperkenankan melaksanakan salat, berpuasa, melakukan iktikaf di masjid, serta menyentuh mushaf Al-Quran untuk membacanya.

Dikutip dari NU Online, Pengasuh Pondok Pesantren Putri KHAS Kempek, Cirebon, Jawa Barat, Nyai Hj Tho’atillah Ja’far Aqil membagikan beberapa amalan yang dapat dilakukan perempuan yang sedang haid pada sepuluh malam terakhir Ramadan, di antaranya:
  • Membaca ayat atau surat pendek Al-Quran yang telah umum dijadikan sebagai zikir, seperti memperbanyak membaca la ilaha illallah
  • Membaca Surat Al-Ikhlas dan Surat Al-Fatihah
  • Memperbanyak membaca selawat kepada Nabi
  • Memperbanyak zikir, doa, dan istighfar.
Dengan demikian, perempuan yang sedang haid tetap dapat menyambut malam Lailatul Qadar dan memperoleh pahala dari Allah SWT dengan memperbanyak ibadah di rumah melalui zikir, doa, dan selawat. Semoga informasi ini bermanfaat.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)