Pasukan Israel Bunuh Empat Anggota Keluarga Palestina di Tepi Barat

Keluarga Palestina yang tewas dibunuh pasukan Israel di Tepi Barat. Foto: Picture Alliance

Pasukan Israel Bunuh Empat Anggota Keluarga Palestina di Tepi Barat

Fajar Nugraha • 16 March 2026 09:32

Tepi Barat: Pasukan Israel menembak dan membunuh empat anggota keluarga Palestina, setelah melepaskan tembakan ke arah mobil di Tepi Barat.

“Empat anggota keluarga Palestina yang sama, termasuk dua anak laki-laki berusia 5 dan 7 tahun, yang sedang berkendara larut malam setelah berbuka puasa Ramadan, telah ditembak mati oleh tentara Israel di Tepi Barat,” menurut laporan para pejabat Palestina, seperti dikutip dari CNN, Senin 16 Maret 2026.

Militer Israel mengatakan, para tentara melepaskan tembakan karena merasa terancam oleh pergerakan mobil keluarga tersebut. Ini adalah insiden terbaru dari meningkatnya jumlah insiden fatal di wilayah Palestina yang diduduki, di mana warga Palestina telah tewas baik oleh tentara Israel maupun pemukim Israel.

Ali Bani Odeh, berusia 37 tahun, dan istrinya yang berusia 35 tahun, Wa’ed Bani Odeh, membawa keempat putra mereka yang masih kecil keluar dengan mobil dan sedang dalam perjalanan pulang dari kota Nablus. Hal tersebut disampaikan salah satu dari dua anak laki-laki yang selamat, Khaled Bani Odeh yang berusia 11 tahun, ketika mereka diserang tembakan.

“Tiba-tiba terdengar tembakan langsung ke arah kami. Kami tidak tahu dari mana asalnya,” kata Khaled kepada seorang jurnalis Palestina yang mewawancarainya di rumah sakit dan kemudian membagikan wawancara tersebut kepada CNN.

“Ayah saya sedang mengucapkan syahadat (ketika menghadapi kematian) dan mengangkat jarinya. Ibu saya berteriak dan kemudian terdiam,” ujar Khaled.

Rekaman dari kejadian setelah penembakan menunjukkan peluru berserakan di jalan dan apa yang tampak seperti noda darah.

“Saya mencoba membalikkan badan saudara saya Mohammed, tetapi saya tidak mampu,” kata Khaled, menambahkan, “tidak ada yang tersisa selain saya dan saudara saya Mustafa.”

Bersama dengan Mohammed yang berusia 5 tahun, Othman yang berusia 7 tahun juga tewas dalam penembakan tersebut.

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengatakan kepada CNN bahwa “situasi insiden tersebut sedang diselidiki oleh pihak berwenang terkait.”

“Sebuah kendaraan melaju kencang ke arah pasukan. Pasukan merasa terancam dan membalas dengan melepaskan tembakan,” kata militer dalam sebuah pernyataan. “Akibatnya, empat warga Palestina yang berada di dalam kendaraan tersebut tewas.” Rekaman CCTV dari insiden tersebut yang dapat membantu menentukan pergerakan sebenarnya mobil tersebut belum muncul, dan IDF belum memberikan video apa pun.

Satu rekaman video yang muncul menunjukkan mobil keluarga tersebut, dengan kaca depan yang pecah, ditarik dari lokasi kejadian oleh kendaraan militer Israel. Petugas paramedis Palestina juga mengatakan mereka dicegah memasuki lokasi untuk memberikan perawatan medis, kata Palang Merah Palestina kepada CNN.

Satu jam kemudian, petugas kesehatan di rumah sakit setempat menerima empat anggota keluarga yang tewas.

Israel telah secara signifikan meningkatkan aktivitas militer di Tepi Barat yang diduduki sejak tahun 2023 karena pemerintah sayap kanan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah mendorong peningkatan pemukiman Yahudi dan memperkuat cengkeraman Israel di wilayah tersebut. Pemukiman Israel di Tepi Barat dianggap ilegal menurut hukum internasional.

Pengabaian total terhadap nyawa warga Palestina

Pada saat yang sama, para pemukim Israel juga meningkatkan serangan terhadap warga Palestina dan harta benda mereka, sementara otoritas Israel secara rutin melakukan penindakan terhadap pergerakan warga Palestina di wilayah tersebut. Kelompok hak asasi manusia Israel, B’Tselem, menuduh Israel menggunakan “kedok perang dengan Iran” untuk mempercepat lebih lanjut apa yang mereka sebut sebagai “pembersihan etnis” di Tepi Barat.

Dalam serangan terpisah akhir pekan ini, para pemukim Israel bertopeng menembak mati seorang warga Palestina berusia 28 tahun, Amir Oudeh, saat mereka melancarkan dua serangan di desa Qusra pada Sabtu sore, menurut Kementerian Kesehatan Palestina dan jaringan aktivis Sumud.

Ayah korban, Moatassem Oudeh, ditembak di kaki saat ia mencoba bergegas membantu putranya, sebelum dipukul di kepala dengan tongkat kayu dan ditusuk beberapa kali di berbagai bagian tubuhnya oleh para pemukim, kata Sumud kepada CNN.

Setelah penembakan fatal tersebut, pasukan militer Israel kemudian menyerbu desa dan menyerang penduduknya, kata para aktivis Sumud, “menghukum penduduk desa karena menjadi sasaran pembunuhan massal oleh milisi bersenjata.”

Menanggapi pertanyaan dari CNN, militer Israel mengakui serangan tersebut, dengan mengatakan bahwa mereka “sangat mengutuk insiden semacam itu yang membahayakan warga sipil yang tidak bersalah,” menambahkan bahwa penyelidikan telah dibuka oleh Kepolisian Israel dan Badan Keamanan Israel.

Serangan-serangan tersebut mencerminkan “pola pengabaian total terhadap nyawa warga Palestina,” kepala kantor hak asasi manusia PBB di wilayah pendudukan Palestina memperingatkan pada hari Minggu.

“Impunitas mendorong lebih banyak pembunuhan, lebih banyak pengusiran dan perampasan, dan lebih banyak penderitaan bagi warga Palestina di seluruh wilayah pendudukan,” kata Ajith Sunghay dalam sebuah pernyataan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)