Suasana Shalat Idul Fitri di lokasi terdampak bencana di Jorong Labuah, Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Jumat (20/3/2026). ANTARA/Kuntum Khaira Riswan
Di Tengah Puing Bencana, Ratusan Warga Agam Gelar Salat Id di Lapangan Darurat
Whisnu Mardiansyah • 20 March 2026 10:22
Agam: Ratusan warga Jorong Labuah, Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, melaksanakan salat Idullfitri 1447 Hijriah di lapangan terbuka pada Jumat, 20 Maret 2026. Pasalnya, masjid mereka hancur akibat bencana galodo (banjir bandang) yang melanda beberapa waktu lalu.
Di salah satu sisi lapangan, alat berat terlihat berada di lokasi itu, berdampingan dengan tempat yang digunakan warga untuk salat Id. Lapangan yang digunakan tersebut sebelumnya merupakan tanah kosong yang kemudian ditimbun dengan bebatuan sisa bencana. Perataan baru dikerjakan sekitar sepekan lalu agar lokasi dapat digunakan untuk salat Idulfitri.
Sejak pukul 07.00 WIB, warga berdatangan ke tempat itu dengan berjalan kaki. Di antara mereka, ada yang mendaki menuju lapangan, ada pula yang menuruni jalur. Bahkan, sebagian harus melintasi tumpukan bebatuan dan material sisa galodo. Kehadiran jamaah beragam, mulai dari balita, remaja, orang dewasa, hingga lansia.
Mereka tampak antusias menuju tempat salat di tengah keterbatasan. Ada yang mengenakan baju terbaik, sementara lainnya langsung mengenakan mukena dari rumah.Dalam keterbatasan, pelaksanaan salat dinaungi satu terpal yang dibentangkan di bagian depan, menutupi area imam dan saf laki-laki dari terik matahari.
Dua unit pengeras suara milik warga digunakan sebagai peralatan pendukung ibadah, sementara kotak infak dan sedekah tetap tersedia di sisi saf laki-laki dan perempuan. Warga mengisi kotak tersebut meski kondisi kehidupan mereka masih darurat.

Bencana alam. Foto: Antara
Meski fasilitas terbatas, warga tetap melaksanakan salat dengan tertib dan khusyuk. Saf jamaah tersusun rapi di atas alas sederhana berupa terpal yang dibentangkan di lapangan, sementara lantunan takbir menggema di area terbuka, menghadirkan suasana haru sekaligus keteguhan warga dalam merayakan Idul Fitri.
Berdasarkan data Dashboard Satu Data Bencana Sumatra Barat, sebanyak 272 bangunan di nagari tersebut mengalami kerusakan akibat bencana dengan tingkat ringan, sedang, hingga berat. Total kerugian ditaksir mencapai Rp98,7 miliar.