Co-Founder 5P Global Movement Arsjad Rasjid. Foto: Istimewa
Masyarakat Diminta Mewaspadai Penipuan Menggunakan AI
Candra Yuri Nuralam • 25 November 2025 16:48
Jakarta: Masyarakat diminta memperhatikan penyebaran informasi salah, deepfake, sampai penipuan digital dengan artificial intelligence (AI). Sebab, informasi yang salah bisa memecah belah bangsa.
“Algoritma yang mempermudah hidup kita dapat pula memecah masyarakat. Tantangannya sangat nyata dan perlu kita cermati bersama,” kata Co-Founder 5P Global Movement Arsjad Rasjid melalui keterangan tertulis, Selasa, 25 November 2025.
Arsjad meminta masyarakat tidak sembarangan menyebar informasi yang diterima sebelum melakukan penelusuran mendalam. Di sisi lain, publik juga diharap tidak langsung menyerap informasi negatif yang diterima, sebelum melakukan pengecekan fakta.
Dia menyarankan semua masyarakat menekankan ajaran agama dalam menyebar dan menyerap informasi di zaman ini. Sebab, semua agama menyarankan umatnya untuk tidak sembarangan menyebar informasi demi menjaga kerukunan umat.
“Bahwa ajaran berbagai agama menempatkan pengetahuan sebagai amanah yang harus digunakan dengan tanggung jawab, sehingga dapat membantu masyarakat menavigasi perkembangan teknologi dengan lebih bijak,” ucap Arsjad.
Co-Founder 5P Global Movement Arsjad Rasjid. Foto: IstimewaMasalah penyebaran informasi negatif dengan AI ini dimitigasi oleh semua pihak. Sebab, tantangan penyebaran informasi negatif pakai AI bukan cuma terjadi di Indonesia.
“Seluruh dunia, termasuk Italia dan Indonesia menghadapi tantangan yang serupa. Pengembangan AI harus tetap mempertimbangkan nilai, etika, dan kemanusiaan,” tutur Arsjad.