Dewan Keamanan PBB Kecam Serangan yang Tewaskan Personel UNIFIL Prancis

Personel UNIFIL berpatroli di Lebanon. (Yeni Safak)

Dewan Keamanan PBB Kecam Serangan yang Tewaskan Personel UNIFIL Prancis

Willy Haryono • 21 April 2026 18:48

New York: Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengecam keras serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian di Lebanon selatan yang menewaskan satu orang dan melukai tiga lainnya.

Serangan pada Sabtu, 18 April 2026 tersebut menewaskan seorang tentara asal Prancis yang tergabung dalam Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) serta melukai tiga personel lainnya.

Dewan Keamanan menegaskan dukungan penuh terhadap misi UNIFIL dan mendesak semua pihak menghormati keselamatan personel serta kebebasan bergerak sesuai hukum internasional.

Pernyataan ini disampaikan menyusul meningkatnya ketegangan di wilayah perbatasan Lebanon selatan yang berbatasan dengan Israel.

Penyelidikan dan Pertanggungjawaban

“Pasukan penjaga perdamaian tidak boleh menjadi target serangan,” tegas Dewan Keamanan PBB dalam pernyataannya, dikutip dari Yeni ?afak, Selasa, 21 April 2026.

DK PBB juga meminta penyelidikan segera oleh PBB dan menuntut agar pelaku serangan dimintai pertanggungjawaban tanpa penundaan.

UNIFIL telah membuka penyelidikan setelah salah satu posnya diserang tembakan senjata ringan oleh kelompok non-negara di desa Ghanduriyah. Misi ini telah beroperasi sejak 1978 untuk memantau situasi keamanan di sepanjang Garis Biru yang memisahkan Lebanon dan Israel.

Bantahan Hizbullah

Kelompok Hizbullah membantah terlibat dalam serangan tersebut dan menyatakan terkejut atas tuduhan yang dinilai terlalu cepat.

Hizbullah juga menuding adanya pihak yang terburu-buru menyalahkan mereka, sementara tetap diam terhadap serangan Israel terhadap pasukan UNIFIL. (Keysa Qanita)

Baca juga:  Macron Tuding Hizbullah di Balik Serangan yang Tewaskan Tentara UNIFIL Prancis

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)