El Nino Godzilla Ancam Pertanian, Pakar Minta Petani Mulai Adaptasi

Ilustrasi Pexels

El Nino Godzilla Ancam Pertanian, Pakar Minta Petani Mulai Adaptasi

Muhamad Marup • 26 April 2026 23:52

Jakarta: El Nino Godzilla diprediksi pada musim kemarau tahun ini. Fenomena cuaca tersebut membuat musim kemarau lebih kering dan panjang sehingga berpotensi mengancam sektor pertanian.

Dosen pertanian Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), Intan Rohma Nurmalasari, meminta para petani segera beradaptasi dengan kemungkinan tersebut. Dengan demikian, dampaknya dapat dicegah atau diminamlisasi.

“Petani harus mulai melakukan adaptasi sejak dini, bukan reaktif saat dampak sudah terjadi,” ujar Intan, mengutip laman resmi Umsida, Minggu, 26 April 2026.
 

Langkah Adaptif dan Teknik Pertanian

Intan mengungkapkan, beberapa langkah yang perlu dilakukan antara lain:
  • Menyesuaikan kalender tanam
  • Memilih varietas tahan kekeringan
  • Efisiensi penggunaan air
  • Diversifikasi tanaman untuk mengurangi risiko kerugian total
  • Menyimpan cadangan air seperti embung
Selain itu, ada beberapa teknik pertanian yang dinilai efektif untuk menghadapi kondisi kering, seperti:
  • Penggunaan mulsa untuk menjaga kelembaban tanah
  • Irigasi tetes yang lebih hemat air dan tepat sasaran
  • Pemanfaatan biochar untuk meningkatkan kemampuan tanah menyimpan air
  • Sistem tumpangsari untuk mengurangi risiko gagal panen
  • Konservasi tanah dan air seperti guludan, rorak, dan penutup tanah
  • Agroforestri, kombinasi tanaman dengan pohon untuk mengurangi suhu mikro
“Pendekatan terbaik bukan satu teknik tunggal, tetapi kombinasi adaptasi agronomis ditambah manajemen air dan pemilihan varietas,” jelas Intan.

Kategori Tanaman Terdampak


Ilustrasi Pexels


Meski kondisi saat ini belum ekstrem, Intan menekankan bahwa sektor pertanian tetap menjadi sektor yang paling rentan terhadap fenomena El Nino. Penurunan produktivitas bahkan bisa mencapai 20 hingga 50 persen, tergantung jenis tanaman dan kondisi lahan.

Intan mengkategorikan jenis tanaman dan dampaknya yaitu:
  • Sangat rentan: Padi dan sayuran daun karena membutuhkan air yang banyak, sensitif di fase kritis pertumbuhan, dan kualitas dan rentan menurun.
  • Cukup rentan: Jagung dan kedelai. Jagung cukup rentan saat fase pembungaan dan kedelai bisa terpengaruh kekeringan saat pembentukan polong.
  • Relatif tahan: Singkong, sorgum, dan ubi jalar.
“Menurut analisis saya, ke depan komoditas tahan kering seperti sorgum berpotensi menjadi alternatif strategis dalam menghadapi iklim ekstrem,” tutur Intan.

Intan menjelaskan bahwa kekeringan akan menyebabkan penurunan debit air irigasi dan meningkatkan risiko gagal panen, terutama di lahan tadah hujan. Akibatnya, produksi menurun dan mendorong kenaikan harga pangan. 

"Jika tidak diantisipasi, kondisi ini bisa melemahkan ketahanan pangan nasional, terutama pada komoditas strategis seperti beras," terangnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Muhamad Marup)