Ilustrasi Superbank. Dok. Istimewa
Superbank Cetak Laba Sebelum Pajak Rp 142 Miliar hingga April 2026
Achmad Zulfikar Fazli • 22 May 2026 15:41
Jakarta: PT Super Bank Indonesia Tbk (Superbank), bank dengan layanan digital mencatatkan pertumbuhan bisnis yang kuat pada awal kuartal kedua 2026. Hingga April 2026, perusahaan membukukan laba sebelum pajak (Profit Before Tax/PBT) Rp142 miliar, tumbuh 1.528,8 persen secara tahunan (Year-on-Year/YoY).
“Kinerja positif ini mencerminkan keberhasilan strategi pertumbuhan berbasis ekosistem yang dijalankan secara disiplin dan prudent pasca IPO pada Desember 2025,” ujar Public Relations Lead Superbank, Andre Sebastian, dalam keterangannya, Jumat, 22 Mei 2026.
Pertumbuhan bisnis Superbank terus didorong oleh ekspansi yang kuat di berbagai lini utama. Total aset meningkat 71,5 persen YoY menjadi Rp24,0 triliun, sejalan dengan penyaluran kredit yang mencapai Rp12,2 triliun atau tumbuh 55,4 persen YoY.
Pertumbuhan kredit ini salah satunya ditopang semakin luasnya penetrasi produk Pinjaman Atur Sendiri (PAS) melalui berbagai touchpoint strategis dalam ekosistem digital.
Di sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 98,4 persen YoY menjadi Rp15,1 triliun, mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan dan inovasi Superbank.
Sementara itu, Pendapatan Bunga Bersih (Net Interest Income/NII) meningkat 84,5 persen YoY menjadi Rp671 miliar, seiring dengan pertumbuhan bisnis yang sehat dan efisiensi operasional berbasis digital-first.
Andre mengatakan momentum pertumbuhan ini diperkuat oleh semakin dalamnya integrasi Superbank dengan ekosistem digital para pemegang sahamnya.
Pihaknya juga terus menghadirkan layanan perbankan yang seamless dan relevan bagi kebutuhan nasabah melalui berbagai inovasi berbasis ekosistem, termasuk peluncuran ‘Kartu Untung’ bersama KakaoBank serta integrasi PAS yang memungkinkan pengguna dalam ekosistem Grab dan OVO mengakses layanan pinjaman secara langsung tanpa perlu berpindah aplikasi atau mengunduh aplikasi Superbank.
Baca Juga:
Pasca-IPO, Superbank Pikat Investor |

Aplikasi superbank. Foto Istimewa
Perkuat Komitmen Jangka Panjang
Grab, salah satu pemegang saham utama Superbank, mengumumkan akan melakukan konsolidasi keuangan Superbank. Langkah ini dilakukan melalui pengalihan kepemilikan saham Singtel Alpha Investments Pte. Ltd. kepada GXS Bank Pte. Ltd. (GXS Bank), bank digital terkemuka asal Singapura yang dimiliki dan didukung konsorsium Grab dan Singtel.
Setelah transaksi ini selesai, kepemilikan saham Grab di Superbank akan meningkat menjadi lebih dari 50 persen, sehingga laporan keuangan Superbank akan terkonsolidasi dengan laporan keuangan Grab.
Grab telah menjadi investor di Superbank sejak 2022, dan transaksi ini semakin memperkuat komitmen jangka panjangnya di Superbank. Dengan dukungan skala ekosistem Grab dan OVO yang luas di seluruh layanan ride-hailing, pengantaran makanan, dan pembayaran digital, Superbank memiliki keunggulan untuk terus menghadirkan layanan yang lebih baik bagi nasabah Superbank maupun pengguna dalam ekosistem Grab.
Sebagai bagian dari ekosistem pemegang saham, Superbank dan Grab akan terus memperkuat kolaborasi strategis berbasis teknologi dan inovasi guna memperluas akses layanan keuangan digital yang aman, relevan, dan inklusif bagi masyarakat di Asia Tenggara.