Kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur. Foto: Istimewa
KNKT Ungkap KA Arga Bromo Dapat Sinyal Hijau Meski ada KRL Temper Taksi di Bekasi
Gabriella Thesa Widiari • 21 May 2026 16:57
Jakarta: Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengungkapkan, Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek tetap mendapat sinyal hijau, meskipun terjadi insiden taksi tertemper KRL di perlintasan sebidang Bekasi Timur.
"Pukul 20.50.43 KA Bromo Anggrek berjalan langsung di jalur 3 Stasiun Bekasi dengan sinyal keluar J12 ber-aspek hijau atau berwarna hijau," ujar Kepala KNKT Soerjanto Tjahjono dalam rapat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 21 Mei 2026.
Mendengar pernyataan tersebut, Ketua Komisi V DPR RI Lasarus menanyakan perihal sinyal hijau yang diterima KA Argo Bromo Anggrek. Sebab, menurut pemahamanannya, seharusnya sinyal berwarna merah, karena adanya temperan antara KRL dengan taksi.
Namun Soerjanto mengatakan, KNKT belum bisa menyampaikan kesimpulan maupun analisis dari insiden kecelakaan tersebut. "Nanti kami jelaskan berikutnya, pak," kata Soerjanto.
Dia mengatakan sinyal hijau diterima KA Argo Bromo Anggrek sesudah insiden KRL temper taksi di jalur perlintasan sebidang Bekasi Timur. Hal itu sekaligus menjawab pertanyaan dari DPR prihal hubungan dua insiden di Stasiun Bekasi Timur.
"Di saat (pukul) 20:50:43 sudah terjadi (insiden KRL temper taksi), pak," ujarnya.

Kepala KNKT Soerjanto Tjahjono. Foto: Antara.
Dalam paparannya, KNKT menjelaskan bahwa terjadi tabrakan antara KRL 5181 dengan taksi di JPL Bekasi Timur jalur hilir. Insiden terjadi pada pukul 20.48.29 WIB
KNKT menegaskan presentasi yang dipaparkan dalam rapat masih berupa data faktual awal investigasi. KNKT juga sepakat dengan DPR RI bahwa paparan ini bukan untuk mencari kambing hitam.
“Pada presentasi saat ini kami hanya menyajikan data faktual, tidak terdapat analisis dan tidak ada kesimpulan terhadap penyebab terjadinya kecelakaan,” ujar Soerjanto.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com