Perkuat Ketahanan Industri, Kadin Dorong Elektrifikasi Armada dan Alat Berat Tambang

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral Aryo Djojohadikusumo. Foto: Antara.

Perkuat Ketahanan Industri, Kadin Dorong Elektrifikasi Armada dan Alat Berat Tambang

Husen Miftahudin • 9 September 2026 12:40

Jakarta: Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai elektrifikasi armada dan alat berat pertambangan semakin diperlukan untuk memperkuat ketahanan industri di tengah ketidakpastian geopolitik dan energi global.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral Aryo Djojohadikusumo mengatakan elektrifikasi yang sebelumnya masih berada pada tahap percontohan kini mulai menjadi kebutuhan operasional bagi industri pertambangan.

"Apa yang sebelumnya hanya percontohan kini menjadi kebutuhan operasional," kata Aryo dalam Energy Insights Forum di Jakarta, dikutip dari Antara, Rabu, 9 September 2026.

Menurut Aryo, gejolak geopolitik dapat berdampak terhadap anggaran, proyeksi keuangan, hingga ketahanan usaha perusahaan pertambangan.

Bahan bakar seperti diesel, bensin, dan produk olahan minyak bumi lainnya juga memiliki peran penting terhadap arus kas dan keberlangsungan kegiatan operasional pertambangan.
 

 

Industri hadapi ketidakpastian pasokan energi


Aryo mengatakan pelaku industri pertambangan tidak hanya menghadapi kenaikan harga bahan bakar akibat gejolak global, tetapi juga tantangan dalam memperoleh pasokan energi tersebut.

Kondisi itu mendorong pelaku industri memperkuat ketahanan terhadap faktor eksternal yang sulit dikendalikan, termasuk perubahan geopolitik yang berpengaruh terhadap pasar energi.

Sejumlah perusahaan pertambangan, lanjut Aryo, mulai melakukan elektrifikasi terhadap armada dan alat berat sebagai bagian dari upaya membangun ketahanan usaha dalam jangka panjang.

Ia mengakui penerapan elektrifikasi dapat membutuhkan biaya lebih besar. Namun, langkah tersebut dinilai lebih baik dibandingkan menghadapi ketidakpastian yang berasal dari faktor eksternal secara terus-menerus.

"Tidak ada cara yang lebih baik untuk membangun ketahanan dan kekuatan jangka panjang selain dengan terus berinovasi," ujar Aryo.


(Ilustrasi aktivitas eksplorasi pertambangan. Foto: dok MI)
 

AI jadi bagian dari inovasi tambang


Selain elektrifikasi, Aryo menyebut pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) sebagai salah satu inovasi yang dapat dikembangkan dalam industri pertambangan.

Pemanfaatan teknologi tersebut menjadi bagian dari upaya industri meningkatkan kemampuan menghadapi berbagai perubahan dan tantangan dalam kegiatan operasional.

Sementara itu, Managing Partner dan Senior Partner McKinsey & Company Indonesia Khoon Tee Tan mengatakan industri pertambangan perlu terus berinovasi untuk memperkuat ketahanan di tengah volatilitas global, termasuk perubahan harga, tarif, dan regulasi.

Menurut Tan, perkembangan teknologi saat ini memungkinkan penerapannya di lokasi pertambangan maupun smelter, termasuk fasilitas yang berada di wilayah terpencil.

"Teknologi tidak lagi menjadi hambatan, tetapi menjadi pendukung. Pertanyaannya adalah bagaimana kita menerapkan teknologi dengan cara yang benar-benar menciptakan nilai bagi kita semua," ucap Tan.

Tan juga menilai elektrifikasi membuka peluang pemanfaatan sumber energi domestik untuk mendukung kegiatan pertambangan dan smelter. "Dengan elektrifikasi, sumber energi domestik dapat digunakan untuk memasok energi ke lokasi tambang dan smelter,” tutur dia.

(Husen Miftahudin)