Hampir 600 Pemukim Israel Masuk Kompleks Al-Aqsa, Akses Warga Palestina Dibatasi

Sebanyak 593 pemukim Israel masuk ke kompleks Masjid Al-Aqsa saat akses warga Palestina dibatasi. (Yeni Safak)

Hampir 600 Pemukim Israel Masuk Kompleks Al-Aqsa, Akses Warga Palestina Dibatasi

Willy Haryono • 14 September 2026 06:21

Yerusalem Timur: Sebanyak 593 pemukim Israel dilaporkan memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur pada Minggu, 14 September 2026.

Dikutip dari Yeni Safak, otoritas Kegubernuran Yerusalem menyebut jumlah itu meningkat dari laporan sebelumnya yang mencatat 480 pemukim Israel memasuki kompleks tersebut.

Para pemukim disebut memasuki kompleks melalui Gerbang Mughrabi atau Bab al-Maghariba dengan pengawalan pasukan Israel.

Kegubernuran Yerusalem memperingatkan meningkatnya seruan dari kelompok-kelompok yang mengklaim memiliki keterkaitan dengan Kuil Yahudi untuk menjalankan ritual keagamaan di dalam kompleks Al-Aqsa selama rangkaian hari raya Yahudi.

Menurut Kegubernuran Yerusalem, kelompok tersebut berupaya memberlakukan ritual keagamaan mereka secara paksa di sekitar kompleks masjid maupun di sejumlah gerbangnya.

Akses Jemaah Palestina Dibatasi

Di saat yang sama, otoritas Israel dilaporkan memperketat akses warga Palestina ke kompleks Al-Aqsa.

Saat salat Subuh, akses ke kompleks disebut hanya dibuka melalui Gerbang Hutta dan Gerbang Rantai. Otoritas Israel juga memberlakukan pembatasan usia terhadap jemaah Palestina yang hendak memasuki kawasan tersebut.

Namun, menurut Gubernuran Yerusalem, tentara Israel yang ditempatkan di sejumlah pos pemeriksaan tidak menjelaskan kelompok usia yang diperbolehkan masuk.

Pembatasan tersebut menyebabkan banyak warga Palestina tidak dapat mencapai kompleks Al-Aqsa. Sebagian kecil jemaah yang berhasil tiba bahkan disebut terpaksa melaksanakan salat di dekat gerbang karena tidak diperbolehkan masuk ke dalam kompleks.

Kegubernuran Yerusalem menyebut peningkatan aktivitas pemukim Israel dan pembatasan akses warga Palestina merupakan bagian dari eskalasi yang berlangsung di kompleks Al-Aqsa selama musim hari raya Yahudi.

Rangkaian hari raya tersebut dimulai dengan Rosh Hashanah pada 12-13 September, kemudian dilanjutkan dengan Yom Kippur pada 21 September dan Sukkot pada 26 September hingga 2 Oktober.

Kegubernuran Yerusalem juga menyatakan telah mendokumentasikan sekitar 850 perintah pelarangan yang mencegah warga Palestina memasuki kompleks Al-Aqsa sejak awal tahun.

Pihak tersebut memperingatkan adanya upaya untuk menciptakan “realitas baru” di kompleks Al-Aqsa yang dinilai dapat mengancam identitas Islam situs tersebut.

Pemukim Israel Masuk Al-Aqsa Sejak 2003

Ketegangan di kompleks Al-Aqsa telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Sejak 2003, polisi Israel secara sepihak mengizinkan pemukim Israel memasuki kompleks tersebut meski mendapat penolakan berulang dari Departemen Wakaf Islam di Yerusalem.

Pihak Palestina menilai Israel terus meningkatkan upaya untuk melakukan “Yudaisasi” terhadap Yerusalem Timur serta menghapus identitas Arab dan Islam di wilayah tersebut.

Palestina juga menegaskan Yerusalem Timur merupakan bagian dari wilayah yang mereka inginkan sebagai ibu kota negara Palestina di masa depan.

Status Yerusalem menjadi salah satu isu utama dalam konflik Israel-Palestina. Israel merebut Yerusalem Timur dalam perang 1967 dan kemudian mencaplok wilayah tersebut pada 1980, langkah yang tidak diakui oleh sebagian besar masyarakat internasional.

Kompleks Al-Aqsa sendiri merupakan situs suci bagi umat Islam dan berada di kawasan yang juga dikenal umat Yahudi sebagai Temple Mount. Status dan pengelolaan kawasan tersebut menjadi salah satu titik paling sensitif dalam konflik Israel-Palestina.

Baca juga: Ribuan Warga Israel Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa, 114 Warga Palestina Ditahan

(Willy Haryono)