Tim SAR Gabungan saat melakukan pencarian korban jatuhnya pesawat ATR 400 di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Minggu, 18 Januari 2026.
Evakuasi Korban Pesawat ATR Terkendala Cuaca dan Medan Ekstrem
Muhammad Syawaluddin • 19 January 2026 06:35
Makassar: Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap korban pesawat ATR 42-500 milik PT Indonesia Air Transport yang jatuh di kawasan Gunung Bulu Saraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, masih berlangsung. Saat ini tim SAR harus bertahan di Puncak Gunung Bulusaraung, karena terkendala cuaca ekstrem.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, selaku Sar Mission Coordinator (SMC), mengatakan bahwa proses evakuasi korban belum dapat dilakukan sepenuhnya akibat cuaca buruk. Selain itu, medan yang ekstrem pun menjadi kendala.
"Saat ini tim SAR bertahan di Puncak Gunung Bulusaraung dengan mendirikan tenda di sekitar lokasi penemuan korban," ujar, Minggu, 18 Januari 2026.
.jpg)
Tim SAR Gabungan saat mencoba mengevakuasi korban jatuhnya pesawat ATR 42-500, di Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan, Minggu, 18 Januari 2026.
Arif mengungkapkan tim SAR gabungan harus bermalam di lokasi, karena hujan deras, angin kencang, serta kabut tebal membatasi jarak pandang. Jika dipaksakan melakukan pencarian dan pertolong, maka bisa meningkatkan risiko keselamatan bagi personel di lapangan.
"Evakuasi belum bisa dilakukan karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan," ungkap Arif.
Baca Juga :
Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menyatakan, evakuasi dijadwalkan kembali hari ini, Senin, 19 Januari 2026, dengan mengandalkan jalur udara maupun darat. Penentuan evakuasi tergantung situasi di lapangan.
“Evakuasi dilakukan tidak hanya terhadap penumpang, tetapi juga body part pesawat untuk kepentingan investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT),” ujar dia.