Faktor Penyebab Masalah Ekonomi Keluarga dan Strategi Mengatasinya

Ilustrasi. Foto: parentalk.id

Faktor Penyebab Masalah Ekonomi Keluarga dan Strategi Mengatasinya

Husen Miftahudin • 14 January 2026 13:45

Jakarta: Masalah ekonomi keluarga sering muncul ketika pendapatan tidak seimbang dengan kebutuhan dan pengelolaan keuangan kurang tepat. Maka dari itu, penting untuk memahami penyebab serta cara mengatasinya agar keuangan tetap terkendali dan kesejahteraan keluarga terjaga.

Banyak orang beranggapan bahwa masalah keuangan hanya dialami oleh mereka yang berpenghasilan rendah, padahal kenyataannya penerima gaji tinggi pun bisa menghadapi kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari. 

Masalah keuangan tidak hanya dipengaruhi oleh jumlah penghasilan saja, melainkan juga faktor lainnya seperti pengelolaan keuangan, hingga kebiasaan konsumtif. Untuk mengetahui lebih jelas faktor penyebab masalah ekonomi keluarga berikut penjelasannya dilansir dari laman Penerbit Deepublish.
 

Macam-macam penyebab masalah ekonomi keluarga

 

1. Pengelolaan keuangan buruk

Hal ini terjadi apabila pengeluaran keluarga lebih besar daripada pemasukan. Ditambah jika keluarga tersebut tidak memiliki tabungan khusus, maka dapat membuat keuangan rentan terganggu.
 

2. Tidak disiplin menabung

Kurangnya tabungan juga bisa menimbulkan masalah, terutama saat ada kebutuhan mendadak.
 

3. Terlalu boros

Gaya hidup berlebihan atau kebiasaan boros sejak kecil dapat membuat  pengeluaran membengkak dan memicu utang.
 

4. Pemasukan minim

Penghasilan rendah juga menyulitkan pemenuhan kebutuhan dasar keluarga.
 

5. Beban utang berlebihan

Memiliki utang yang melebihi kemampuan finansial dapat menyedot penghasilan serta berpotensi menimbulkan masalah serius.
 

6. Keperluan tak terduga

Pengeluaran mendadak yang besar juga dapat mengganggu rencana keuangan keluarga.
 

7. Sumber pemasukan terhenti

Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) atau bisnis gagal bisa menyebabkan pemasukan hilang dan kebutuhan keluarga tidak terpenuhi.
 

8. Belanja tanpa rencana

Membeli barang yang tidak penting membuat pengeluaran membengkak dan prioritas kebutuhan terganggu.
 
Baca juga: Awal Tahun, Saatnya Evaluasi dan Atur Keuangan Lebih Rapi


(Ilustrasi. Foto: Medcom.id)
 

Dampak masalah ekonomi keluarga 


Masalah-masalah di atas mampu menimbulkan dampak buruk bagi keluarga, di antaranya sebagai berikut:
 

1. Kesulitan memenuhi kebutuhan pokok

Masalah keuangan membuat keluarga kesulitan mencukupi pangan, sandang, dan papan, terutama bagi keluarga dengan anak.
 

2. Terjadi konflik dengan pasangan

Tekanan finansial mampu meningkatkan emosi, memicu pertengkaran, dan mengganggu keharmonisan rumah tangga.
 

3. Hubungan dengan anak memburuk

Kekurangan dana dapat menimbulkan stres pada orang tua, sehingga interaksi dengan anak menjadi renggang.
 

4. Kesulitan memberikan pendidikan

Biaya pendidikan, perlengkapan, dan kebutuhan belajar anak menjadi sulit terpenuhi.
 

5. Risiko perceraian

Tekanan ekonomi menjadi salah satu penyebab utama perceraian, kekerasan dalam rumah tangga, dan perselingkuhan.
 

Cara mengatasi masalah ekonomi keluarga


Berikut merupakan cara mengatasi masalah ekonomi yang terjadi di lingkup keluarga:
  • Berlatih untuk hidup lebih hemat: Lakukan evaluasi pada pengeluaran sehari-hari dan cari alternatif yang lebih murah. 
  • Mencari penghasilan tambahan: Untuk mengatasi masalah ekonomi keluarga bisa dengan mencari pekerjaan sampingan untuk menambah pemasukan. 
  • Menyelesaikan utang: Prioritaskan pelunasan hutang serta hindari diri untuk menambah utang lainnya agar beban finansial berkurang. 
  • Membeli kebutuhan sesuai kemampuan: Utamakanlah kebutuhan daripada keinginan. Jangan mengedepankan gengsi dan coba untuk hidup sederhana. 
  • Membuat rencana anggaran yang jelas: Catat semua pemasukan dan pengeluaran Anda  agar lebih terkontrol. Alokasikan sebagian pemasukan untuk tabungan yang dapat digunakan saat keadaan mendesak. 
  • Buka komunikasi keluarga: Coba untuk mendiskusikan masalah ekonomi dengan para anggota keluarga. Hal ini agar masing-masing pihak dapat saling berkontribusi dan mengambil keputusan bersama. 

Menjaga kestabilan ekonomi keluarga bukan hanya soal seberapa besar penghasilan, tetapi juga tentang bagaimana mengelola keuangan dengan bijak. Kenali masalah keuangan yang terjadi, dampaknya, serta cara mengatasinya untuk mengurangi risiko konflik keluarga yang berkepanjangan. (Alfiah Ziha Rahmatul Laili)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)