Tiongkok menjalin hubungan kerja sama dengan sejumlah negara Amerika Latin, termasuk Venezuela. (Anadolu Agency)
Kembali Kecam AS, Tiongkok Berkomitmen Perkuat Hubungan dengan Venezuela
Willy Haryono • 6 January 2026 06:23
Beijing: Tiongkok kembali menegaskan kecamannya terhadap serangan Amerika Serikat ke Venezuela dan menyatakan berkomitmen memperdalam kerja sama dengan Caracas. Beijing juga menegaskan kepentingannya di Venezuela “dilindungi oleh hukum.”
“Pemerintah Tiongkok menghormati kedaulatan dan kemerdekaan, serta percaya bahwa pemerintah akan menangani urusan dalam negerinya secara tepat sesuai konstitusi dan hukum,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Lin Jian kepada wartawan di Beijing.
"Kerja sama Tiongkok–Venezuela “dilakukan antara dua negara berdaulat dan dilindungi oleh hukum internasional serta hukum kedua negara," sambungnya, dikutip dari Anadolu Agency, Selasa, 6 Januari 2026.
“Bagaimanapun perkembangan situasi politik di Venezuela, Tiongkok berkomitmen kuat untuk memperdalam kerja sama praktis kedua negara di berbagai bidang, dan hak serta kepentingan sah pihak Tiongkok di Venezuela akan dilindungi sesuai hukum,” ujar Lin.
Pernyataan terbaru Beijing muncul setelah Amerika Serikat melancarkan operasi “skala besar” terhadap Caracas pada Sabtu, yang berujung pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan ibu negara Cilia Flores. Keduanya diterbangkan ke Amerika Serikat untuk menghadapi dakwaan pidana di pengadilan New York.
Sekitar 80 orang tewas dalam operasi AS tersebut, lapor The New York Times, mengutip pejabat Venezuela.
Maduro dan Flores kini ditahan di Metropolitan Detention Center dan telah menghadapi dakwaan federal AS terkait perdagangan narkoba serta dugaan kerja sama dengan kelompok kriminal yang ditetapkan sebagai organisasi teroris.
Maduro membantah seluruh tuduhan tersebut, sementara sejumlah pejabat di ibu kota Caracas menyerukan pembebasan pasangan itu.
Menanggapi pertanyaan koresponden Anadolu mengenai pertemuan Maduro dengan utusan khusus Tiongkok beberapa jam sebelum operasi AS, Lin mengatakan bahwa “itu memang tugas” Qiu Xiaoqi untuk mengunjungi negara-negara Amerika Latin.
“China dan pemerintah Venezuela telah menjaga pertukaran dan kerja sama yang bersahabat,” tambahnya.
Maduro bertemu Qiu di Istana Miraflores pada Jumat.
“Kami menegaskan kembali komitmen terhadap hubungan strategis yang terus berkembang dan menguat di berbagai bidang untuk membangun dunia multipolar yang berorientasi pada pembangunan dan perdamaian,” kata Maduro usai pertemuan tersebut.
Lin juga mendesak Amerika Serikat memastikan keselamatan presiden Venezuela dan istrinya yang ditangkap, serta menghentikan pelanggaran terhadap kedaulatan dan keamanan negara lain.
Terkait pernyataan AS soal “mengelola” Venezuela, Lin menegaskan negara lain harus “menghormati jalan yang dipilih” negara Amerika Latin tersebut dan membantu memulihkan stabilitas.
Tiongkok, kata Lin, “mendukung Dewan Keamanan PBB untuk menjalankan perannya sesuai mandat,” menjelang sidang badan eksekutif tertinggi PBB itu pada Senin untuk membahas serangan AS ke Venezuela.
Ia menambahkan Tiongkok akan menjadi “sahabat baik” bagi negara-negara Amerika Latin dan “menentang” segala tindakan yang melanggar kedaulatan negara mana pun di kawasan tersebut.
Menanggapi pernyataan Presiden AS Donald Trump tentang Greenland dan klaim bahwa wilayah Arktik itu “dipenuhi” kapal-kapal Tiongkok.
“Kami mendesak Amerika Serikat untuk berhenti menggunakan apa yang disebut ‘ancaman China’ sebagai dalih demi kepentingan sendiri,” tutur Lin, seperti dilaporkan Global Times.
Baca juga: Tiongkok Kecam Serangan AS ke Venezuela, Tolak Keras Peran 'Polisi Dunia'