Perpanjangan Status Darurat Sampah di Tangsel Tunggu Hasil Evaluasi

Gunungan sampah setinggi 2-3 meter terlihat di pinggir Jalan Otista Raya, Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel). Dokumentasi/Istimewa

Perpanjangan Status Darurat Sampah di Tangsel Tunggu Hasil Evaluasi

Hendrik Simorangkir • 6 January 2026 19:20

Tangerang: Status darurat sampah di Tangerang Selatan (Tangsel) telah berakhir pada Senin, 5 Januari 2026. Namun, masih adanya gunungan sampah yang ada di Ciputat, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel masih belum membuka opsi untuk memperpanjang status tersebut.

"Terkait status tanggap darurat pengelolaan sampah yang berakhir kemarin, Pemkot Tangerang Selatan menegaskan bahwa keputusan perpanjangan akan ditetapkan berdasarkan kebutuhan objektif di lapangan," kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Tangsel, Tubagus Asep Nurdin, Selasa, 6 Januari 2026.

Pihaknya masih melakukan evaluasi akhir terhadap kondisi pengelolaan sampah dan dampaknya terhadap masyarakat. Jika hasil evaluasi menunjukkan kondisi masih memerlukan penanganan ekstra, status tanggap darurat akan diperpanjang. 
 


"Yang pasti, Pemkot Tangsel tidak akan menghentikan upaya penanganan sampah, baik status tanggap darurat diperpanjang maupun tidak. Penanganan tetap berjalan maksimal hingga kondisi benar-benar stabil dan aman bagi masyarakat," jelas Tubagus.

Tubagus menjelaskan, evaluasi tersebut meliputi kondisi yang nyata di lapangan, khususnya sisa tumpukan sampah di titik-titik krusial dan ruas jalan utama. Evaluasi juga mencakup kecepatan pengangkutan sampah harian.

"Selain itu, kapasitas operasional, meliputi kesiapan armada, jumlah ritasi, ketersediaan petugas, serta efektivitas pola kerja selama masa tanggap darurat," kata Tubagus.

Selain itu, evaluasi juga mencakup dampak terhadap masyarakat, termasuk keluhan warga dan aspek kesehatan lingkungan. Evaluasi turut memperhatikan bau dan gangguan aktivitas masyarakat di sekitar titik terdampak.

"Kita lihat juga akan ketersediaan dan keberlanjutan lokasi pengelolaan, termasuk distribusi pembuangan ke luar daerah dan kesiapan sistem pengelolaan lanjutan. Dan terakhir, kebutuhan kewenangan tambahan, apakah masih diperlukan skema tanggap darurat untuk percepatan pengambilan keputusan dan mobilisasi sumber daya," jelas Tubagus.


Gunungan sampah setinggi 2-3 meter terlihat di pinggir Jalan Otista Raya, Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel). Dokumentasi/Istimewa


Menurut Tubagus, pihaknya akan meninjau seluruh hasil evaluasi terlebih dahulu. Berdasarkan temuan tersebut, tidak menutup kemungkinan status darurat sampah akan diperpanjang.

"Selama di lapangan masih terdapat tumpukan sampah yang memerlukan penanganan ekstra, maka opsi perpanjangan status tanggap darurat tetap terbuka dan akan diputuskan berdasarkan hasil evaluasi objektif," terang Tubagus.

Saat ini, Pemkot Tangsel telah menjalin kerja sama pengelolaan sampah dengan tiga pihak. Kapasitas kerja sama tersebut mampu menampung hingga 720 ton sampah per hari.

"Namun, masih ditemukannya tumpukan sampah di beberapa wilayah disebabkan oleh lonjakan volume sampah harian, keterbatasan ritasi armada, jarak tempuh ke lokasi pembuangan yang cukup jauh, serta penanganan tumpukan lama di sejumlah TPS yang membutuhkan waktu dan proses bertahap," tandas Tubagus.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)