Kembangkan Kualitas SDM, Karakter Para Remaja Panti Asuhan Diasah

Sebanyak 31 remaja panti asuhan menjalani program Outward Bound Indonesia (OBI) Masa Depan Cerah di alam terbuka Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat. Dok. Istimewa

Kembangkan Kualitas SDM, Karakter Para Remaja Panti Asuhan Diasah

Achmad Zulfikar Fazli • 11 January 2026 19:43

Jakarta: Sebanyak 31 remaja panti asuhan menjalani program Outward Bound Indonesia (OBI) Masa Depan Cerah di alam terbuka Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat. Karakter mereka akan diasah dengan bekal pengalaman yang menguji fisik, mental hingga percaya diri.

Kegiatan yang digelar di OBI Eco Campus, Jatiluhur, ini salah satunya disponsori oleh Program Bakti BCA dari Bank BCA. Direktur Eksekutif OBI, Neil Laksmana Kusumowidagdo, menjelaskan program OBI Masa Depan Cerah dirancang untuk menjawab kebutuhan mendasar anak-anak panti asuhan akan figur panutan dan ruang pembelajaran karakter yang nyata.

“Kami melihat banyak anak panti asuhan, khususnya anak yatim, tumbuh tanpa figur role model yang bisa menjadi panutan. Karena itu, di setiap kelompok kami tempatkan mentor yang hadir bukan hanya sebagai pendamping, tetapi juga sebagai role model. Tujuan kami adalah membangun karakter mereka agar lebih tangguh, kreatif, dan resilient,” jelas Neil dalam keterangannya, dilansir pada Minggu, 11 Januari 2026.

Selama program ini, para peserta yang berasal dari Bekasi dan Jakarta itu dibagi ke dalam tiga kelompok kecil. Masing-masing didampingi tiga mentor.

Mereka menjalani beragam aktivitas menantang, mulai dari high rope meniti tali dari pohon ke pohon, hiking dan eksplorasi alam, hingga canoe orienteering di Waduk Jatiluhur. Peserta juga dilatih hidup mandiri dengan membuat tenda sendiri, memasak sendiri, mengemas perlengkapan, hingga berbagi cerita dan refleksi bersama.

Anak-anak juga dilatih membaca peta dan mencari titik koordinat menggunakan kompas yang sebelumnya telah dipelajari. Selama melakukan penjelajahan darat, mereka membawa ransel seberat 10–15 kilogram berisi tenda, alat masak, dan bahan makanan.



Salah satu tantangan puncak adalah membuat rakit dari kayu, drum plastik bekas, serta tali yang dipakai secara berkelompok untuk mengeksplorasi waduk. Tantangan ini mengasah kekuatan mental, fisik, sekaligus kreativitas mereka.

Kondisi cuaca yang diwarnai angin kencang dan hujan justru menambah tantangan. Namun, seluruh aspek keselamatan telah dipersiapkan oleh tim OBI secara lengkap dan cermat.

“Menariknya, anak-anak hampir tidak mengalami kendala berarti. Adaptasi hanya di hari pertama. Setelah itu mengalir lancar. Karena terbiasa hidup mandiri di panti asuhan, kemampuan mereka mengurus diri sendiri seperti memasak juga sudah sangat baik,” jelas Koordinator Program Masa Depan Cerah, Adinda.

Neil berharap inisiatif ini juga dapat menginspirasi lebih banyak perusahaan untuk terlibat dalam pengembangan kualitas generasi muda Indonesia.

“Kami berharap program seperti ini dapat mendorong lebih banyak korporasi untuk bersama-sama memberi ruang belajar dan pengalaman berharga bagi anak-anak Indonesia,” tutur dia.
 

Baca Juga: 

Secercah Harapan Membangun Masa Depan dari Pelosok Sumba


Salah satu peserta, Raya, 16, remaja pria asal Jakarta, sangat bersyukur dapat mengikuti program ini. Bagi Raya, ini adalah pengalaman pertama yang begitu berkesan.

“Seru, banyak tantangan yang didapat dari hari pertama. Kita belajar kerja sama dengan teman, critical thinking, problem solving lalu malamnya berkemah. Banyak pengalaman baru yang belum pernah saya alami sebelumnya, seperti rafting. Saya sangat gembira bisa ikut program ini,” ujar Raya.

Selain program sosial, OBI terus menjalankan pelatihan karakter untuk korporasi melalui program Adversity Mastery, yang menekankan resiliency, critical thinking, dan problem solving.

Founder & CEO Outward Bound Indonesia, Djoko Kusumowidagdo, menyampaikan, di usia ke-35 tahun, OBI diharapkan akan terus berkembang.

“Tidak hanya untuk klien korporat, tapi kami juga akan terus menjangkau mereka yang membutuhkan, penyandang disabilitas, anak yang terlibat tawuran, anak-anak panti asuhan dan lainnya selaras dengan nilai-nilai Outward Bound Indonesia dalam membangun karakter anak bangsa,” jelas Djoko.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Achmad Zulfikar Fazli)