Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar. Foto: dok. Kemenko PM.
Distribusi MBG Diprioritaskan di Daerah 3T
Gabriella Thesa Widiari • 12 June 2026 12:07
Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar menekankan, penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus tepat sasaran. Distribusi MBG diprioritaskan bagi masyarakat di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Hal itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi Terbatas Tingkat Menteri Penyelenggaraan Program MBG di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Kamis, 11 Juni 2026. Hadir dalam rapat tersebut Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang.
"Dalam pelaksanaan perbaikan manajemen MBG yang dikelola oleh BGN ini, saya mengingatkan untuk mengacu pada Inpres 4 tahun 2025 tentang Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), di mana daerah tertinggal, kemiskinan ekstrem, kemiskinan dan juga prioritas yang harus diutamakan," kata Muhaimin, dilansir dari Antara, Jumat, 12 Juni 2026.
Ia juga mengingatkan agar pelaksanaan MBG selaras dengan dengan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang Percepatan Penghapusan Kemiskinan dan Pengentasan Kemiskinan Ekstrem. Oleh karenanya, masyarakat yang paling membutuhkan menjadi prioritas penerima manfaat MBG.
Menurutnya, terdapat dua aspek penting yang secara langsung berkaitan dengan implementasi program tersebut. Pertama, penerima manfaat MBG harus diprioritaskan kepada masyarakat miskin dan miskin ekstrem.
Kedua, program ini harus menjadi bagian dari ekosistem pemberdayaan ekonomi yang melibatkan masyarakat berpenghasilan rendah. Sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan sebagai bantuan konsumsi, tetapi juga membuka peluang peningkatan kesejahteraan.

Ilustrasi. Foto: dok. Medcom.
Ia mengatakan, salah satu fokus utama yang harus terus diperkuat dalam pelaksanaan MBG adalah pembangunan ekosistem pemberdayaan ekonomi masyarakat. Lebih lanjut, Ketua Umum PKB itu optimis perbaikan tata Kelola MBG yang dilakukan akan semakin memperkuat keberhasilan program prioritas Presiden.
"Salah satu ekosistem yang paling terbentuk adalah bagaimana menumbuhkan perilaku usaha baru, sekaligus menstabilkan harga sehingga diketahui untung dari proses MBG," kata Muhaimin.