Berantas Peredaran Senpi Ilegal di Sumsel, Pelaku Bakal Ditindak Tegas

Kapolda Sumsel Irjen Pol. Sandi Nugroho. Foto: Dok. Polda Sumsel.

Berantas Peredaran Senpi Ilegal di Sumsel, Pelaku Bakal Ditindak Tegas

Siti Yona Hukmana • 11 June 2026 20:12

Jakarta: Peredaran senjata api (senpi) ilegal di Sumatra Selatan (Sumsel) diberantas hingga ke akar-akarnya. Sebab, keberadaan senpi ilegal itu mengancam keselamatan warga.

"Di balik setiap senjata api ilegal yang beredar di masyarakat, mempunyai potensi yang cukup besar terhadap gangguan keamanan dan keselamatan masyarakat,” kata Kapolda Sumsel Irjen Pol. Sandi Nugroho dalam keterangannya, Kamis, 11 Juni 2026.

Keberadaan senpi ilegal berpotensi besar memicu tindak pidana, hingga konflik sosial yang dapat membahayakan masyarakat. Kapolda menekankan penanggulangan senjata api ilegal tidak hanya dipandang sebagai tugas penegakan hukum semata, tetapi bagian dari tanggung jawab Polri dalam melindungi kehidupan masyarakat. 

Maka itu, Polda Sumsel melaksanakan Latihan Pra-Operasi Senpi Musi Tahun 2026 di Mapolda Sumsel, Kamis, 11 Juni 2026. Kegiatan ini digelar sebagai langkah pematangan kesiapan personel Polda Sumsel dan Polres jajaran dalam menghadapi ancaman peredaran senjata api ilegal di wilayah Sumsel.

Pelatihan dibuka langsung oleh Kapolda dan dihadiri sejumlah Pejabat Utama Polda Sumsel, di antaranya Karo Ops, Dir Intelkam, Dir Reskrimum, Dir Samapta, Dansat Brimob, Kabid TIK, Kabid Propam, Kabid Humas, dan Kabid Labfor. Para Kapolres jajaran Polda Sumsel juga mengikuti kegiatan tersebut secara daring.

Kapolda menyampaikan sepanjang 2025, Polda Sumsel mengungkap 41 kasus dan mengamankan 302 senjata api rakitan berbagai jenis. Capaian tersebut patut diapresiasi, namun sekaligus menjadi pengingat peredaran senjata api ilegal masih menjadi persoalan serius yang harus terus diantisipasi.

“Untuk mengatasi ancaman tersebut, diperlukan operasi yang disiapkan secara matang, terstruktur, dan berkelanjutan sebagai bukti bahwa negara hadir di tengah masyarakat,” kata jenderal polisi bintang dua itu.

Menurut Kapolda, Operasi Senpi Musi Tahun 2026 merupakan wujud kehadiran Polri dalam menjaga keamanan, menegakkan hukum, serta melindungi masyarakat dari ancaman senjata api ilegal. Operasi tersebut juga diarahkan untuk menciptakan rasa aman masyarakat, sehingga aktivitas pemerintah, pembangunan, dan kehidupan warga dapat berjalan dengan baik.

“Operasi Senpi Musi Tahun 2026 ini merupakan wujud kehadiran Polri dalam menjaga keamanan, menegakkan hukum, dan melindungi masyarakat dari ancaman senjata api ilegal,” ujar Sandi.

Kapolda menegaskan operasi harus dilaksanakan secara profesional, terukur, humanis, dan bertanggung jawab. Keberhasilan operasi, kata dia, tidak hanya ditentukan oleh kekuatan personel, tetapi juga kesiapan, kemampuan, kepekaan, dan kreativitas anggota di lapangan.

Kapolda juga mengingatkan Sumatra Selatan memiliki tingkat kerawanan senjata api ilegal yang cukup tinggi. Kondisi tersebut menuntut jajaran Polda Sumsel dan Polres jajaran untuk mampu memetakan target operasi secara tepat, menindaklanjuti informasi secara cepat, serta memperkuat koordinasi antar fungsi.

Ilustrasi penembakan. (Medcom.id)

Ia memaparkan beberapa peristiwa menonjol terkait penggunaan senjata api ilegal di wilayah Sumsel. Hal tersebut, menurut Kapolda, menjadi pengingat penanganan senpi ilegal harus dilakukan secara serius, tidak hanya dalam konteks operasi, tetapi juga sebagai tindak lanjut untuk menjamin rasa aman masyarakat.

Kapolda meminta seluruh personel mengikuti rangkaian latihan dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab. Ia juga menekankan pentingnya penguasaan materi, sinergi antar fungsi, solidaritas, integritas, serta kerahasiaan informasi operasi.

“Jaga integritas, hindari penyalahgunaan wewenang, dan tidak memberikan informasi operasi kepada pihak yang tidak berkepentingan,” kata Kapolda.

Selain itu, Kapolda meminta seluruh personel memegang teguh prinsip kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas, dan kerja ikhlas agar Operasi Senpi Musi 2026 dapat berjalan efektif, efisien, tepat sasaran, dan memberikan hasil optimal bagi masyarakat. Kapolda berharap Latihan Pra-Operasi Senpi Musi 2026 menjadi ruang untuk menyamakan langkah, memperkuat persiapan, dan membangun komitmen bersama seluruh jajaran Polda Sumsel dalam menjaga keamanan Bumi Sriwijaya.

“Tanamkan semangat Nyago Bumi Sriwijaya Aman dan Baik, yaitu hadir dengan cepat, tepat, humanis, dan bertanggung jawab dalam menjaga keamanan masyarakat di Sumatra Selatan,” ucap Kapolda.

Dengan dibukanya Latihan Pra-Operasi Senpi Musi Tahun 2026, Polda Sumsel menegaskan komitmennya untuk tidak memberikan ruang bagi peredaran senjata api ilegal. Upaya ini tidak hanya ditujukan untuk menindak pelaku kejahatan, tetapi juga memastikan masyarakat merasakan langsung kehadiran Polri dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan rasa aman di seluruh wilayah Sumsel.

(Siti Yona Hukmana)