Kerusakan akibat guncangan gempa di Filipina. (Anadolu Agency)
Jumlah Korban Tewas Gempa Filipina Jadi 61 Orang, 33 Masih Hilang
Willy Haryono • 13 June 2026 13:52
Manila: Jumlah korban tewas akibat gempa bumi yang mengguncang wilayah selatan Filipina awal pekan ini bertambah menjadi 61 orang, dengan 33 lainnya masih dinyatakan hilang.
Dikutip dari Anadolu, Sabtu, 13 Juni 2026, tim pencarian dan penyelamatan masih terus berupaya menemukan korban di sejumlah daerah terdampak di Pulau Mindanao.
Kantor Pertahanan Sipil Filipina (OCD) pada Sabtu melaporkan jumlah korban meninggal bertambah setelah sejumlah jenazah kembali ditemukan di wilayah yang terdampak gempa.
Media lokal GMA News melaporkan sebanyak 33 orang masih dinyatakan hilang, sementara 1.221 lainnya mengalami luka-luka.
Otoritas setempat menyatakan operasi pencarian, penyelamatan, dan evakuasi masih berlangsung. Tim darurat terus berupaya menemukan korban selamat serta mengevakuasi korban yang diduga masih terjebak akibat tanah longsor dan runtuhnya bangunan.
Pusat Pemantauan dan Informasi Operasi Respons Bencana Filipina (DROMIC) mencatat gempa tersebut berdampak pada 553.068 warga di wilayah Mindanao.
Dari jumlah tersebut, sekitar 9.393 orang masih berada di pusat-pusat pengungsian. Sementara itu, 54.274 warga lainnya memilih mengungsi di rumah kerabat atau teman di luar fasilitas pengungsian resmi.
Berdasarkan asesmen awal, sebanyak 8.865 rumah dilaporkan hancur, sedangkan 36.691 rumah lainnya mengalami kerusakan sebagian.
Upaya penyelamatan menghadapi berbagai kendala, termasuk gempa susulan, kondisi bangunan yang tidak stabil, serta kerusakan jalan yang menghambat akses menuju sejumlah wilayah terdampak.
Gempa berkekuatan magnitudo 7,8 itu mengguncang lepas pantai Mindanao pada awal pekan ini. Guncangan kuat memicu kepanikan warga dan menyebabkan kerusakan luas pada rumah, sekolah, rumah sakit, serta infrastruktur publik.
Kota General Santos dan sejumlah wilayah di Provinsi Sarangani menjadi daerah yang paling terdampak. Pemerintah setempat telah menetapkan status keadaan bencana guna mempercepat penyaluran bantuan serta proses pemulihan pascabencana.
Baca juga: Desa Terisolasi Pascagempa, Filipina Minta Pengiriman Bantuan dengan Helikopter