Jemaah Haji Kloter BPN-9 Tiba di Bandara Mutiara SIS Al-Jufri Palu

Jamaah haji kelompok terbang (kloter) BPN-9, yang tiba di Bandara Internasional Mutiara SIS Al-Jufri Palu, Sabtu, 20 Juni 2026. ANTARA/HO-Humas Pemprov Sulteng

Jemaah Haji Kloter BPN-9 Tiba di Bandara Mutiara SIS Al-Jufri Palu

Silvana Febiari • 20 June 2026 20:06

Palu: Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menyambut kedatangan jemaah haji kelompok terbang (kloter) BPN-9. Mereka telah tiba di Bandara Internasional Mutiara SIS Al-Jufri Palu.

“Begitu mendapat kabar jemaah haji akan tiba, kami bersepakat untuk menunggu dan menyambut langsung. Ini merupakan kehormatan dan kebahagiaan bagi kami,” kata Gubernur Sulteng Anwar Hafid, dilansir dari Antara, Sabtu, 20 Juni 2026. 

Suasana bandara dipenuhi kebahagiaan setelah mereka menunaikan ibadah haji di Tanah Suci. Jemaah haji Kloter BPN-9 berasal dari Kabupaten Morowali, Banggai Laut, Poso, dan Kota Palu.  
 

Anwar menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya, dapat menyambut langsung para jamaah haji yang telah kembali ke tanah air dengan selamat. Ia berharap kepulangan ini membawa keberkahan.

“Kembali di tanah tercinta ini semoga membawa berkah bagi diri sendiri, keluarga, dan daerah yang kita cintai. Saya sangat berbahagia bisa bertemu langsung dengan bapak dan ibu sekalian. Mudah-mudahan saya juga mendapatkan keberkahan karena dapat menerima kepulangan jemaah haji Sulawesi Tengah,” katanya.

Ia turut menyampaikan doa bagi jemaah haji yang wafat saat menjalankan ibadah di Tanah Suci maupun dalam perjalanan pulang. Doa tulus tersebut dipanjatkan untuk mereka.

“Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah mereka dan menempatkan almarhum serta almarhumah di tempat terbaik di sisi-Nya. Semoga pahala haji menyertai perjalanan mereka menghadap Sang Khalik,” ucapnya.  


Ilustrasi haji-ANTARA/HO-PPIH Debarkasi Medan


Selain itu, Anwar juga mengingatkan seluruh jemaah haji yang telah kembali ke daerah masing-masing agar tetap menjaga kondisi kesehatan. Kelelahan setelah ibadah haji seringkali baru dirasakan setelah tiba di rumah.

“Saya berharap bapak dan ibu mengatur waktu dengan baik, beristirahat yang cukup, dan tidak memaksakan diri menerima tamu secara berlebihan. Kesehatan harus menjadi prioritas agar kondisi tetap prima setelah menjalani perjalanan panjang dan ibadah yang menguras tenaga,” pesannya. 

(Silvana Febiari)