PLN EPI Genjot Kontribusi Ekonomi Kerakyatan dan Transisi Energi

Ilustrasi. Foto: Dok istimewa

PLN EPI Genjot Kontribusi Ekonomi Kerakyatan dan Transisi Energi

Eko Nordiansyah • 22 February 2026 09:45

Jakarta: PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) mengkomunikasikan berbagai inisiatif Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang berkontribusi pada ekonomi kerakyatan dan transisi energi. Bagi PLN EPI, keberlanjutan bukan hanya komitmen melainkan aksi nyata yang menghasilkan dampak dan diakui secara nasional.

PLN EPI memiliki program Desa Berdaya Energi Gunung Kidul dengan Electrifying Agriculture, pelatihan budidaya maggot dan penanaman tanaman multifungsi untuk mendukung cofiring biomassa, konservasi terumbu karang di Bau-Bau, Sulawesi Tenggara, hingga pelatihan barista bagi Karang Taruna di wilayah ring satu perusahaan. 

“Program ini mempertegas posisi PLN EPI sebagai perusahaan energi yang bertanggung jawab secara sosial dan lingkungan,” kata Sekretaris Perusahaan PLN EPI Mamit Setiawan dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 22 Februari 2026.

Baca Juga :

Ini Daftar Lengkap Tarif Listrik 13 Golongan Pelanggan PLN



(Transplantasi terumbu karang di Pantai Kalima-Lima, Baubau Sulawesi Tenggara. Foto: Dok istimewa)

Raih 2 penghargaan

PLN EPI meraih dua penghargaan pada ajang The 11th Public Relations Indonesia Award (PRIA) 2026. Ajang ini merupakan apresiasi atas kinerja insan komunikasi, program komunikasi strategis organisasi, termasuk program komunikasi tanggung jawab sosial yang berdampak nyata.

PLN EPI meraih Gold Winner untuk Kategori Laporan Tahunan Subkategori Sustainability Report serta Silver Winner untuk Kategori Program Komunikasi Social Responsibility (SR) Subkategori Sustainability Business melalui program EPI Sustaina-Link: Memberdayakan Masyarakat, Menjaga Keberlanjutan.

Mamit menyampaikan, capaian ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) secara konsisten, baik melalui pelaporan keberlanjutan maupun pelaksanaan komunikasi program TJSL.

“Penghargaan ini adalah bukti nyata kerja kolektif PLN EPI dalam menghadirkan komunikasi yang transparan, akuntabel, dan berdampak, sehingga informasi terkait TJSL dan Laporan Keberlanjutan dapat dipahami secara utuh oleh pemangku kepentingan serta memperkuat kepercayaan publik,” ujar Mamit.

Founder & CEO PR Indonesia, Asmono Wikan, menekankan pentingnya komunikasi dalam membangun reputasi organisasi secara berkelanjutan. Menurut dia, keberhasilan komunikasi saat ini bukan lagi hasil kerja individu, melainkan kerja kolektif para komunikator dalam organisasi. 

Asmono mengungkapkan, kolaborasi lintas fungsi menjadi kunci untuk membangun reputasi dan kepercayaan publik secara berkelanjutan. Ia juga menekankan bahwa reputasi tidak dibangun secara instan, melainkan melalui kerja komunikasi yang konsisten dan beretika.

“Reputasi lahir dari akumulasi kerja komunikasi yang konsisten. Karena itu, profesionalisme dan etika menjadi fondasi utama,” kata dia.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Eko Nordiansyah)