FPCI Rilis Rekomendasi Kebijakan untuk Dukung Program 100 GW PLTS

FPCI merilis rekomendasi kebijakan untuk mendukung target pembangunan 100 GW PLTS dan mempercepat transisi energi Indonesia. (Metrotvnews.com)

FPCI Rilis Rekomendasi Kebijakan untuk Dukung Program 100 GW PLTS

Willy Haryono • 20 February 2026 20:10

Jakarta: Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) melalui Climate Unit mempublikasikan draf rekomendasi kebijakan untuk mendukung rencana pembangunan 100 gigawatt (GW) Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang menjadi bagian dari program Presiden Prabowo Subianto.

Dokumen ini bertujuan menerjemahkan visi tersebut menjadi langkah konkret guna mempercepat transisi energi dan memperkuat kemandirian energi nasional.

Publikasi yang dilakukan di Post Kantoor di Jakarta pada Jumat, 20 Februari 2026 tersebut merupakan hasil kolaborasi 19 organisasi masyarakat sipil dan lembaga riset yang tergabung dalam Indonesia Solar Economy Dialogue (ISED). Koalisi ini menggelar dua pertemuan pada November 2025 dan Januari 2026 untuk merumuskan strategi percepatan pengembangan energi surya di Indonesia.

Dokumen tersebut memuat sejumlah masukan strategis berbasis data kepada kementerian terkait, dengan fokus pada empat aspek utama, yakni interkoneksi jaringan listrik, tata kelola, model bisnis, dan pembiayaan program PLTS.

FPCI menyatakan inisiatif ini bertujuan mendorong terbentuknya solar economy, di mana energi surya menjadi fondasi sistem energi nasional yang terjangkau, berkelanjutan, dan dapat diakses luas oleh masyarakat.

Saat ini, kapasitas PLTS terpasang di Indonesia baru mencapai sekitar 954,54 megawatt peak (MWp), jauh di bawah potensi energi surya nasional yang diperkirakan mencapai 3.294 gigawatt (GW).

Pengembangan 100 GW PLTS dinilai strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional di tengah ketidakpastian geopolitik dan fluktuasi harga energi global.

Dari sisi ekonomi, program tersebut diproyeksikan menjadi salah satu pendorong pertumbuhan baru. Investasi di sektor energi surya diharapkan dapat memperkuat industri manufaktur, mendukung hilirisasi energi bersih, serta menciptakan lapangan kerja baru.

Kajian Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menunjukkan transisi energi yang konsisten berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga rata-rata 6 persen per tahun pada periode 2025–2045. Dengan potensi yang besar, Indonesia dinilai memiliki peluang untuk menjadi salah satu pemain utama dalam transisi energi global. (Kelvin Yurcel)

Baca juga:  PLTS Jadi Fondasi Kawasan Industri Hijau di Indonesia

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)