Pedagang bunga tabur di TPU Karet Pasar Baru Barat, Jakarta Pusat. Foto: Metro TV/Enrich Samuel.
Kisah Pelapak Bunga TPU Karet, Memanen Rezeki di Tengah Tradisi Ziarah
Enrich Samuel • 17 February 2026 14:13
Jakarta: Aroma wangi mawar dan irisan pandan menyeruak di antara deretan nisan TPU Karet Pasar Baru Barat, Jakarta Pusat. Di balik tradisi Nyadran yang khidmat, terselip senyum para pedagang bunga tabur yang mulai memanen rezeki musiman.
Momen ziarah kubur menjelang bulan suci Ramadan ini terbukti ampuh mendongkrak omzet para pelaku UMKM. Khususnya bagi mereka yang menggantungkan hidup di gerbang pemakaman.
“Ini harga kembangnya Rp10.000. Air mawar sama, Rp10.000,” ujar Nanda, salah satu penjual bunga tabur di kawasan tersebut saat berbincang dengan Metrotvnews.com, Selasa, 17 Februari 2026.
Nanda merupakan satu dari sekian banyak pedagang yang menangkap sinyal keramaian sejak awal Februari. Dengan cekatan, jemarinya merangkai bunga tangkai menjadi buket cantik bagi peziarah yang ingin penghormatan lebih spesial. Selain bunga tabur bungkusan, ia juga menyediakan pilihan lain dengan harga yang kompetitif.
“Kalau bunga per tangkai mas harganya Rp10.000 juga, jadi kalau yang buket Rp100.000 karena isinya 10 tangkai,” jelas Nanda.
Bagi para pedagang, kenaikan harga saat momen Nyadran adalah hal lumrah. Permintaan yang melonjak membuat harga bunga tabur yang biasanya hanya Rp5.000 per bungkus kini naik dua kali lipat. Namun, Nanda mengaku kenaikan tahun ini masih dalam batas wajar dan tidak seganas tahun-tahun sebelumnya.
“Harga buat hari-hari biasa sama ini mah jauh beda. Momen biasa Rp5.000, ini jadi Rp10.000. Ada (kenaikan harga dari pemasok) mas, tapi enggak gede juga, kayak naik Rp2.000. Beda banget mas, tahun ini lebih rame,” ungkap Nanda.
Nanda baru kembali menggelar lapaknya sekitar sepekan terakhir. Ia memilih bertahan di titik yang sama sejak bertahun-tahun lalu, yakni di luar area pagar makam. Baginya, posisi tersebut tetap strategis karena menjadi titik pertama yang disinggahi peziarah sebelum melangkah masuk ke dalam area nisan.
“Baru seminggu kemarin mas, karena udah mulai ramai juga. Kita dari dulu emang udah di luar mas, hari biasa juga jualannya di luar,” tutur Nanda.

Pedagang bunga tabur di TPU Karet Pasar Baru Barat, Jakarta Pusat. Foto: Metro TV/Enrich Samuel.
Geliat ekonomi Nyadran tak hanya berhenti di kantong pedagang bunga. Para penyedia jasa parkir yang mematok tarif Rp5.000 per kendaraan roda dua, hingga pedagang kuliner di sekitar TPU Karet, turut merasakan dampak positif. Uniknya, di tengah lonjakan harga bunga, harga makanan berat di sekitar lokasi terpantau tetap stabil tanpa kenaikan.
Bagi Nanda dan kawan sejawatnya, Nyadran adalah potret nyata bagaimana tradisi religi mampu bersinergi dengan ketahanan ekonomi rakyat kecil. Di tengah kebutuhan yang terus merangkak naik menjelang Ramadan, keranjang bunga Nanda bukan sekadar jualan, melainkan harapan yang terus mekar bagi kesejahteraan keluarganya.